Mengenal Public Speaking dan Kegunaannya

Kehidupan seorang entertainment bisa dikatakan tidak akan pernah luput dari sorot media massa. Beberapa minggu lalu media dan publik menyorot aksi Nia Ramadhani saat menjadi pembawa acara bersama Raffi Ahmad dalam acara TikTok Awards dimana Nia dinilai kurang kompeten dan gagap saat menjadi pembawa acara. Bercermin dari kejadian tersebut, kita bisa menyadari bahwa public speaking bukanlah suatu skill yang mudah di lakukan setiap orang termasuk seorang artis yang biasa tampil di depan kamera.

Public speaking sendiri merupakan suatu bentuk komunikasi yang dilakukan terhadap sekelompok orang didepan umum dengan berbagai tujuan komunikasi, diantaranya untuk membujuk (persuade), memberikan informasi (inform), dan bahkan untuk sekedar memberikan hiburan (to entertained).

Seberapa penting sih public speaking? Apa saja manfaat saat kita bisa memiliki kemampuan public speaking yang baik? Mari kita bahas berikut ini:

Pertama, dengan kemampuan public speaking yang baik, pesan yang dikomunikasikan bisa tersampaikan dengan baik kepada audiens. Apabila dalam penyampaian pesan tidak tertata dengan baik, maka audiens akan sulit untuk menangkap pesan tersebut atau ketidaksamaan dalam mempersepsi makna dari pesan tersebut.

Kedua, kemampuan public speaking merupakan suatu skill yang akan membantu dalam setiap bidang pekerjaan tidak hanya terbatas pada pekerjaan seperti reporter dan pembawa acara saja, saat kita mempunyai kemampuan public speaking yang baik, kita bisa memiliki peluang untuk lolos pada tahap interview.  Bahkan saat di dunia kerjapun, tentunya kita akan menjalin interaksi dengan sesama rekan satu kantor maupun luar kantor, kemampuan public speaking yang baik pasti akan memudahkan kita saat ada tugas semisal saat presentasi, dll.

Ketiga, kemampuan public speaking yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri dan membangun kredibilitas seseorang. Semisal saat kita akan berpidato di depan umum, maka kredibilitas juga dibangun dari segi kemampuan penyampaian dan kompetensi. Adapun dari segi audiens, kredibilitas juga bisa dilihat dari segi obyektifitas dan dampak pesan.

Keempat, public speaking sebagai perluasan percakapan. Public speaking dengan percakapan biasa tentu berbeda. Perbedaan terbesarnya terletak pada audiens yang terlibat. Audiens public speaking bersifat majemuk (umum) sedangkan audiens dalam percakapan biasa bersifat tunggal (satu orang). Dari kontrol audiens, public speaking memiliki tingkat kesukaran yang lebih tinggi dibanding dengan percakapan biasa. Saat kita memilki kemampuan public speaking yang baik dan kontrol audiens maka dapat beradaptasi terhadap perspektif audience, membentuk iklim interaksi yang baik, mampu menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal yang efektif, mampu mengorganisir pesan, mampu mempertahankan argumen, mampu memperhatikan cara penyampaian pesan agar menarik dan meyakinkan, sampai pada keharusan untuk mampu mendengar dan merespon sanggahan atas informasi yang telah atau sedang di sampaikan.

Kemampuan public speaking yang baik didorong dengan seringnya seseorang melakukan latihan dan persiapan diri. Persiapan tidak haya terbatas pada bagaimana bisa menyampaikan pesan dengan baik dan efektif, namun bagaimana kita juga belajar dan melatih bagaimana cara mengelola kecemasan saat berbicara di depan umum, cara menyesuaikan dan kontrol terhadap audiens serta bagaimana menjadi pendengar yang kritis. Kebanyakan dari para komunikator handal malah lebih memprioritaskan untuk belajar mendengarkan sebelum belajar bagaimana menyampikan pesan.

So, coba untuk belajar menjadi pendengar yang baik terlebih dahulu yuk agar kelak bisa menjadi seorang public speaker yang baik pula.

Penulis: Reni Safitri (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2.0)

Editor: Surnawati


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *