Mengenal Lebih Dalam Tentang Lethologica

source: wattpad.com

Pernahkan kalian mendengar istilah Lethologica? Kata lethologica berasal dari bahasa Yunani klasik yang berarti “kelupaan suatu makna”. Menurut sisi psikologis, fenomena lethologica diartikan sebagai kondisi ketidakmampuan sementara otak dalam mengambil informasi dari memori ataupun ingatan. Terjadinya lethologica erat kaitannya dengan proses kerja otak.

 Istilah lethologica juga merupakan nama lain dari tip of the tongue atau fenomena diujung lidah. Mengapa? Karena biasanya orang yang mengalami kejadian ini sudah mengetahui sesuatu (kata, frasa, ataupun nama) yang ingin ia sampaikan, namun tiba-tiba lupa dan kata tersebut sulit untuk diungkapkan oleh bibir. Ketika mengalami lethologica, beberapa orang akan berusaha untuk memikirkan kembali kata yang ingin disampaikannya, namun beberapa orang lainnya akan berusaha mengganti kata yang dilupakan dengan kata yang berbeda namun memiliki makna yang sama.

Menujuk kepada sebuah penelitian, dikatakan bahwa 90% orang pernah mengalami gangguan lethologica. Kejadian ini dapat dialami oleh siapapun, dan dalam bahasa apa pun. Biasanya kejadian ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, orang dengan usia muda biasanya mengalami lethologica sekitar sekali dalam seminggu, sedangkan orang dewasa atau lebih tua bisa mengalaminya sekitar sekali dalam sehari. 

Lethologica merupakan kondisi sementara, dan bukanlah suatu tanda dari gangguan saraf atau otak yang serius. Meskipun tidak berbahaya, namun melupakan kata yang ingin dan hampir dikatakan terkadang membuat frustrasi dan stress. Sebab, seringkali kita terus berupaya untuk mengingat kembali kata-kata tersebut.

Bagaimana lethologica dapat terjadi? Semua berawal dari otak sebagai sistem saraf pusat yang salah satu fungsinya yakni memproduksi bahasa. Terdapat banyak sekali bagian otak yang berperan dalam proses produksi bahasa. Dalam memproduksi bahasa, otak bekerja dengan mengenali objek yang kita lihat, memaknai, mengingat makna dan suara, lalu memberi tahu cara mengatakan objek tersebut. Fenomena lethologica terjadi karena ada kesalahan dalam proses memproduksi bahasa, seperti melemahnya ingatan antara kata yang sudah dimaknai dan tersimpan di memori dengan pembentukan kata tersebut. 

Selain faktor internal, terdapat beberapa faktor dari luar seperti kata-kata yang ingin dikatakan jarang digunakan ataupun sudah lama tidak digunakan, sehingga akibatnya kata tersebut lebih sering dilupakan dan sulit dikatakan. Beberapa gaya hidup yang tidak baik seperti sering mengonsumsi kafein, ataupun dalam kondisi kelelahan. 

Lalu bagaimana cara untuk mengurangi terjadinya lethologica? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Cukup Tidur

Tidur yang cukup akan menghasilkan pikiran yang jernih ketika bangun. Dengan begini kita akan lebih optimis dan cenderung tenang sehingga dapat berpikir dengan lebih baik dan mengurangi resiko terjadinya lethologica.

2. Sering Membaca

Membaca tidak hanya membantu untuk mengisi waktu kosong. Namun membaca akan membantu memperkaya pengetahuanmu mengenai kosa kata yang tidak kamu tau maupun yang kamu tau namun jarang kamu gunakan, sehingga lethologica akan cenderung menurun.

3. Banyak Bertanya

Mengajukan pertanyaan akan membantu untuk memperkuat pemahamanmu terhadap informasi tertentu. memiliki pengetahuan yang luas akan membantu mengatasi lethologica.

4. Sering Menggunakan Internet

Internet dapat memuat berbagai informasi apapun yang kamu cari. Internet juga bisa membantu menemukan makna kata-kata yang sering digunakan sehari-hari. Semakin banyak kamu mengetahui kosa kata dan mengetahui makna, maka akan semakin kecil kamu mengalami lethologica.

Penulis: Falina Islamira

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *