
Komunikasi adalah “suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Hal serupa bisa kita contoh dari Nabi Muhhamad SAW dalam melakukan proses berkomunikasi dengan “berdakwah”
Seperti:
Nabi Muhammad Selalu tersenyum dan tegas
Siapa disini tidak kenal sosok nabi Muhammad yang sangat dikenal dengan keramah tamahan. Ketika berkomunikasi beliau mengaplikasikannya dengan selalu tersenyum dan juga tegas. Seperti hadis yang diriwayatkan Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi: “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”
Nabi Muhammadtidak hanya istimewa dalam hal berarkhalaqul karimah, tetapi juga dengan senyum tulusnya. Senyum adalah ibadah sederhana yang beliau contohkan kepada umatnya. Kehidupan beliau dipenuhi dengan senyuman dan sahabatlah yang telah menjadi saksinya.
Abdullah bin al-Haris RA berkata, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah.” (HR. At Tirmidzi)
Keramahan dan rasa simpati kepada orang
Sikap ramah dan simpati menjadi salah satu pentingnya dalam komunikasi dengan umatnya. Nabi Muhammad sangat menghargai semua pendapat orang lain, tidak peduli dia seorang mukmin maupun bukan dari kalangan Islam
Bahkan, Nabi SAW pun pernah bersabda, “Orang yang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Thabrani dan Daruquthni)
Ketika beretorika, nabi Muhammad memiliki tutur kata yang sangat bijaksana
Sifat seperti inilah yang harus kita contoh dari Nabi Muhammad SAW, yakni memiliki sifat yang agung dan tutur kata beliau saat berbicara sangatlah baik. Beliau selalu berdakwah pada umatnya dengan retorika yang baik, tutur kata yang teratur, dan untaian katanya sangat rapi sehingga siapapun lawan bicaranya dia akan mudah menangkap maksud dari perkataan beliau SAW.
Aisyah RA berkata, “Rasulullah tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun, beliau berbicara dengan nada perlahan dan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya.” (HR Abu Daud).
Penulis: Nuril Huda
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply