Sifat dan jenis media massa dibedakan berdasarkan waktu terbitnya. Kini ada media daring yang umur beritanya per-jam atau bahkan per-detik. Ada koran yang harian dan majalah yang terbit setiap pekan/bulan. Lebih dari itu biasanya jurnal. Karena itu teknik menuliskan informasinya dan jenis tulisannya juga dibedakan berdasarkan jenis medianya. Hard news untuk daring dan koran, news story dan features untuk majalah, sementara interpretative news story untuk majalah sejenis jurnal.
Menulis news story adalah bagaimana menyusun adegan sehingga informasi membentuk sebuah cerita. News story mensyaratkan story behind the news, cerita di balik peristiwa. Unsur-unsur cerita di balik peristiwa adalah deskripsi, kronologi, kutipan, anekdot, opini (jika perlu).
Prinsipnya, tulisan jurnalistik itu reportase langsung dan rekonstruksi. Keduanya menuntut adanya tokoh yang diwawancarai. Jenis tulisan reportase ada dua yaitu features dan straight (tulisan lempang). Straight adalah fakta yang disusun mulai dari yang terpenting dan relevan. Biasanya untuk daring atau koran. Kriteria narasumber berita adalah mereka yang mengalami, mereka yang menyaksikan, mereka yang memiliki informasi banyak, mereka yang berwenang, dan pakar.
News features biasanya naratif, bercerita, beradegan, kutipan jitu, anekdot, seperti sebuah cerita pendek yang menghibur. News features memuat story behind the news, agar informasi menjadi awet. Biasanya untuk majalah yang mingguan apalagi bulanan.
Tulisan features cenderung lebih untuk menghibur daripada untuk menginformasikan. Ada dua ungkapan yang harus disiasati dengan sangat hati-hati dari kedua ”batasan” dalam menulis features yakni ”untuk membuat senang” dan “cenderung lebih untuk menghibur”. Dengan dua ungkapan itu bukan berarti bahwa aspek informasi menjadi dianak tirikan, setelah aspek ”menghibur” tadi. Keduanya lebih berfungsi untuk menjaga semangat dan upaya “menghibur” para pembaca.
Aspek “membuat senang dan “menghibur” pada feature keketatan waktu dan aktualitas. Apa yang disebut newspeg, akhirnya bukan menjadi prioritas utama dalam feature. Karena itu pula, feature sering disebut sebagai “tulisan awet”


Leave a Reply