
Sebagai seorang pembicara, tentu kita menginginkan agar penampilan yang ditunjukkan dapat memukau para pendengar. Terutama jika kita menjadikan public speaking sebagai profesi maka kita harus siap terhadap tuntutan penampilan yang perfect. Salah satu indikator dari penampilan seorang public speaker yang dikatakan perfect adalah kelancaran ketika sedang berbicara dan sangat minim dari kesalahan. Nah, berkaitan dengan ini tentu kita pernah melihat beberapa orang yang bekerja sebagai seorang public speaker, entah itu announcer, reporter, news anchor, dan sebagainya terlihat kurang sempurna. Hal ini terlihat dari kata yang berbelit dan terbata-bata ketika menyampaikan informasi atau pesan.
Tentunya hal ini tidak terjadi tanpa ada sebab tertentu. Banyak sekali faktor yang melingkupi terjadinya ketidaksempurnaan tersebut. Mulai dari kurangnya penguasaan materi, kurangnya jam terbang, dan kurangnya latihan pernafasan. Faktor kurangnya latihan pernafasan adalah salah satu faktor penting yang jika dilewatkan akan berpengaruh pada performa. Latihan pernafasan memiliki banyak manfaat jika diterapkan dengan benar, baik oleh orang biasa apalagi bagi seseorang yang berprofesi sebagai public speaker.
Teknik pengolahan pernafasan bagi seorang public speaker terbagi menjadi dua jenis, yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut. Kedua jenis pernafasan ini berguna jika diterapkan sesuai dengan tempatnya. Pernafasan dada cocok digunakan oleh seorang public speaker yang dituntut untuk berbicara secara cepat , seperti reporter dan penyiar. Hal ini akan membuat seluruh kata-kata dapat terucap secara cepat dan runtut tanpa terputus. Sedangkan pernapasan perut cocok digunakan oleh seorang public speaker yang dituntut untuk dapat menampilkan suara lebih panjang dan bulat, seperti MC dan Protokoler.
Manfaat dari melatih pernafasan bagi seorang public speaker secara lebih rinci akan diuraikan dibawah ini:
- Menenangkan Pikiran
Manfaat dari melatih pernafasan yang pertama yaitu dapat menenangkan pikiran. Hal ini terjadi karena disaat berlatih pernafasan, kadar oksigen di dalam tubuh kita meningkat sehingga dapat melancarkan aliran darah. Seorang public speaker dapat mempergunakan latihan pernafasan ini bilamana pikiran sedang kalut berkaitan dengan tuntutan dan deadline yang harus diselesaikan. Jika kekalutan pikiran tidak segera diatasi maka selanjutnya akan membawa dampak buruk yang lebih besar kedepannya.
- Meredakan Stress
Melatih pernafasan juga dapat meredakan stress yang sedang dialami. Sehubungan dengan manfaat pertama, kelanjutan dari kekalutan pikiran yang tidak kunjung teratasi dapat berubah menjadi stress. Di mana saat ini tubuh memproduksi hormon adrenalin yang berlebih dan membuat tekanan darah menjadi naik serta jantung berdetak cepat. Dengan melakukan latihan pernafasan, maka oksigen yang masuk secata perlahan dapat menurunkan tekanan hormon adrenalin yang selanjutnya dapat meredakan rasa stress.
- Menyembuhkan Insomnia
Selanjutnya itu melatih pernafasan juga dapat menyembuhkan insomnia. Seringkali seorang public speaker memiliki jadwal istirahat yang tidak beraturan dikarenakan tuntutan pekerjaan. Sehingga manajemen istirahatnya terganggu dan terkena insomnia. Jika dibiarkan tentunya akan sangat berbahaya. Dengan melakukan teknik pernafasan 4-7-8, yaitu tarik nafas selama 4 detik melalui hidung, tahan nafas selama 7 detik, dan buang nafas selama 8 detik melalui mulut secara terus menerus maka hal ini dapat membuat rasa kantuk kembali membaik.
- Mengurangi Rasa Gugup
Manfaat melatih pernafasan yang terakhir yaitu mengurangi rasa gugup. Seorang public speaker yang memang dituntut untuk berbicara dihadapan banyak orang tidak terlepas dari yang namanya demam panggung. Gugup, gemetar, dan jantung berdetak kencang adalah ciri dari demam panggung. Hal ini dapat diatasi jika rutin melakukan olah pernafasan disamping mempersiapkan hal-hal krusial yang lain. Cara yang bisa digunakan adalah tutup mata, lalu lakukan olah pernafasan selama satu atau dua menit hingga rasa gugup berkurang.
Penulis: Firhand Ali Affandy
Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)

Leave a Reply