Tayangan adu kepintaran merupakan tayangan populer yang biasanya berbentuk program kuis atau kompetisi. Pada masanya, tayangan program acara seperti “Ranking 1” dan “Family 100” memiliki tempat tersendiri di hati para penontonnya yang menandakan kedua acara ini sukses besar. Selain menghibur, kuis-kuis yang dilontarkan ikut menggelitik para penonton untuk mencari jawabannya juga. Maka, layakkah tayangan adu kepintaran ditayangkan lagi di media televisi?
Salah satu alasan mengapa tayangan kuis atau kompetisi seperti tadi ramai dan bisa diterima oleh publik adalah pengemasannya yang menarik dan partisipatif. Bukan hanya penonton yang ada di studio, penonton yang di rumah pun tak jarang ikut bersorak dan berambisi menuntaskan soal-soal yang diberikan. Hal ini menjadi bukti bahwa tayangan edukasi tidak melulu tentang hal–hal yang serius dan membosankan.
Namun, terdapat kontra pula dari penayangan acara adu kepintaran yang dianggap bisa menimbulkan stress dari peserta karena suasana tegang dan dilihat oleh banyak orang. Hal ini bisa berdampak negatif jika pesertanya sangat memiliki ambis dan terobsesi untuk mendapatkan pengakuan serta memenangkan hadiah yang biasanya ditawarkan oleh pemenang kuis atau kompetisi.
Obsesi bisa juga datang dari para penontonnya terhadap salah satu peserta kuis atau kompetisi. Bisa berkaca pads tayangan adu kepintaran yang sempat booming pada akhir Mei di platform YouTube, Clash of Champions. Sebuah tayangan program milik aplikasi belajar RuangGuru yang dipuji akan pengemasan acara menarik dan sangat fresh untuk tayangan adu kepintaran di Indonesia. Namun, di tengah acara terdapat kejadian kontroversial terhadap salah satu pesertanya dengan tersebarnya isi postingan second account Instagram yang membuat publik geram melihatnya. Pelaku yang menyebarkannya masih sebatas rumor namun yang pasti ia adalah salah satu followers yang terobsesi dengan kepopuleran yang didapatkan oleh peserta tersebut.
Karena hal ini pun, muncul pernyataan yang menarik kembali perkataannya tentang kesetujuannya dalam penayangan acara adu kepintaran di media televisi. Pertimbangannya adalah baru ditayangkan sebatas platform YouTube saja sudah memiliki banyak drama, apalagi ditayangkan di media Televisi yang lingkup penontonnya lebih luas.
Penulis: Melda W
Editor: Diah

Leave a Reply