Komunikasi Transendental : Hanya Aku dan Tuhan yang Tau

source: youtube.com

Sobat komuniasik pasti sering mendengar kata-kata dari seseorang seperti ini, “Hanya Aku dan Tuhan yang tau”. Kata tersebut bisa disebut dengan hubungan antara makhluk dengan Tuhanya. Biasanya, kata itu dituturkan selepas mereka berkomunikasi dengan Tuhanya atau berdoa. Dalam ilmu komunikasi, hubungan komunikasi yang terjadi antara manusia dengan tuhanya ini disebut dengan komunikasi transendental. Jika dijelaskan lebih rinci, menurut Ujang Syaifullah, komunikasi transendental merupakan komunikasi yang berlangsung antara diri kita dengan sesuatu yang gaib, bisa Tuhan-Allah, malaikat, jin atau iblis. Untuk memahami komunikasi transendental secara ilmiah dapat ditelusuri lewat filsafat Islami.

Komunikasi transendental ini, sebenarnya istilah yang belum banyak dikaji oleh pakar komunikasi, karena sifatnya yang abstrak dan transenden. Meskipun komunikasi transendental ini paling sedikit dibicarakan, menurut Deddy Mulyana  justru komunikasi inilah yang terpenting bagi manusia, karena keberhasilan manusia melakukan hubungan dengan tuhan-Nya ini, tidak saja menentukan nasibnya di dunia tetapi juga di akhirat kelak. Salah satu hubungan manusia dengan Tuhan-Nya atau komunikasi transendental adalah berdoa.

Berdoa adalah salah satu ritual yang ada dalam setiap agama. Menurut Toshihiko doa adalah segala usaha yang dilakukan manusia untuk melakukan hubungan verbal dengan Tuhan-Nya melalui isyarat bahasa, dan simbol-simbol bahasa lainya. Sesorang berdoa dengan tujuan untuk menyampaikan harapan dan keinginan kepada Tuhan-Nya. Doa juga dapat bermakna memohon bantuan serta dapat disebut ibadah.

Doa dapat dipahami dari sisi komunikasi intrapersonal (Komunikasi dengan diri sendiri), komunikasi intrapersonal ini, sangat dekat irisannya dengan komunikasi transendental. Selain dari sisi intrapersonal, doa juga dapat dipahami dari sisi komunikasi interpersonal (Komunikasi verbal dan nonverbal antara dua orang atau lebih) . 

Menurut jurnal idarotuna, dari sisi komunikasi intrapersonal, doa dapat dipahami sebagai sebuah aktifitas keagamaan diamana terjadi dialog intrapersonal yang dilakukan secara sadar bahwa ia sedang datang dan berhubungan dengan Tuhan-Nya sebagai bentuk kepatuhan atau tanda komitmen makhluk kepada Tuhannya. Sedangkan dari sisi komunikasi interpersonal dapat ditarik keterkaitan bahwa doa terjadi karena adanya hal yang ingin disampaikan secara sadar sebagai pribadi dengan Tuhanya. Komunikasi interpersonal ini terjadi karena adanya suatu pesan yang ingin disampaikan atau keinginan yang dinginkan oleh komunikator terhadap komunikanya.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan, bahwa sebagai makhluk selain melakukan komunikasi interpersonal kita juga tidak melupakan komunikasi transendental atau komunikasi kepada Tuhan, agar kita  mendapat keberkahan serta kebahagiaan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat kelak. Biarlah hubungan kita dengan Tuhan atau doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya menjadi rahasia antara hamba dan pemililknya. Orang lain tak perlu tau hubungan kita dengan-Nya, yang tau cukup  hanya kita dan Tuhan saja.

Penulis: Shofiyah Nurul Imtinan

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *