Oleh: Dinaya Citra Solihah
Pernikahan adalah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Pernikahan merupakan peristiwa sakral dimana adanya keduabelah pihak yaitu laki- laki dan perempuan dipersatukan melalui ijab qobul sehingga setelahnya akan ada hak dan kewajiban antara keduanya sebagai suami dan istri untuk menjalankan kehidupan rumah tangga. Mengingat ini adalah peristiwa sakral, maka tak jarang orang-orang merayakan momen ini dengan cara-cara istimewa. Di Indonesia, sejak dahulu momen pernikahan selalu dilibatkan dengan budaya dan tradisi. Setiap suku dan daerah di Indonesia memiliki adat istiadat yang berbeda-beda. Dengan menyatukan dua mempelai sekaligus keluarganya, tradisi-pun semakin tercermin kuat disetiap acara pernikahan, mulai dari pakaian adat, upacara adat, hingga penentuan hari dan tanggal yang baik. Salah satu contohnya seperti tradisi “siraman”, tradisi ini biasanya dilakukan oleh suku Jawa. Siraman ialah upacara pembersihan diri mempelai, yang memiliki makna simbolis untuk membersihkan diri dari dosa dan memulai kehidupan baru sebagai pasangan suami istri.
Melihat berbagai macam perkembangan di era modern ini, konsep pernikahan- pun juga ikut berkembang. Pernikahan di era modern mengalami banyak perubahan signifikan yang mencerminkan transformasi sosial, budaya, dan teknologi. Tidak lagi sekadar seremonial tradisional, pernikahan kini menjadi refleksi dari kepribadian dan nilai-nilai pasangan yang semakin beragam. Ada pasangan yang memilih untuk merayakan momen sakral ini secara privasi, ada pula yang merayakannya dengan meriah dan kreatif. Tema, warna-warni dan konsep pernikahan-pun juga semakin beragam. Film, hobi, dan hal-hal unik lainnya seringkali dijadikan tema dalam pesta pernikahan. Salah satu contohnya seperti pernikahan dengan tema Cinderella yang sudah banyak digunakan oleh artis-artis tanah air.
Tren pernikahan intimate juga semakin diminati dan populer dimana-mana. Banyak pasangan yang memilih untuk mengadakan pernikahan dengan jumlah tamu yang terbatas, hanya melibatkan keluarga dan sahabat terdekat. Ini menjadikan pernikahan terasa lebih personal, jauh dari kesan formal dan ramai serta bisa menjaga lingkungan agar tetap bersih. Selain itu, ada pula tren pasangan yang melaksanakan pernikahan di KUA secara langsung tanpa adanya pesta mewah. Kisah pernikahan KUA ini seringkali disebarluaskan dengan bangga oleh beberapa pasangan melalui
sosial medianya dalam bentuk foto dilengkapi dengan caption menarik. Sejak adanya tren ini, banyak sekali orang yang terdorong untuk melangsungkan pernikahan walaupun dengan budget sederhana dan mulai menormalisasikan pernikahan tanpa gengsi.
Kemudian, tren lainnya juga ada pada penyediaan konsumsi. Terlihat di sosial media, ada sebagian orang yang memanfaatkan pedagang kaki lima untuk ambil peran dalam penyediaan konsumsi pernikahan dengan makanan ringan. Pedagang kaki lima ini contohnya seperti pedagang telur gulung, martabak, papeda, dan jajanan ringan lainnya. Konsep ini banyak dipakai oleh pasangan yang suka dengan jajanan makanan ringan.
Selain tema dan konsep yang menarik, kini pemanfaatan teknologi dalam momen pernikahan juga seringkali ditemukan. Drone dan Kamera 360 Derajat seringkali digunakan untuk mengambil gambar pernikahan dari perspektif udara, atau kamera 360 derajat untuk memberikan pengalaman visual yang lebih imersif, tak lupa penyediaan mesin cetak foto atau konsep photobooth juga banyak digunakan, dimana tamu dibebaskan untuk mengambil gambar dan langsung mendapatkan cetakan fotonya tanpa perlu menunggu lama. Kemudian pemanfaatan teknologi juga bisa dilihat dari adanya aplikasi pernikahan untuk merencanakan dan mengorganisir pernikahan, adanya pemakaian undangan digital yang interaktif, hingga penyediaan alat untuk mengirim pesan, dan ucapan dari para tamu melalui Voicemail Audio Guestbook.
Secara keseluruhan, teknis pernikahan di Indonesia sejak dulu hingga sekarang sebenarnya tetap mempertahankan kekayaan tradisi dan budaya lokal yang beragam. Hanya saja ada beberapa konsep dan elemen modern yang mengubah cara pelaksanaan pernikahannya, semua perubahan ini menunjukkan bahwa pernikahan masa kini tidak hanya tentang merayakan cinta, tetapi juga tentang bagaimana merayakan kehidupan dengan cara yang lebih modern.

Leave a Reply