Semua orang pasti punya yang namanya rasa takut, malah aneh kalo ada orang yang gak punya ketakutan sama sekali, tapi bentuk rasa takut orang beda-beda, tergantung pengalaman masing-masing orang.
Percaya gak percaya, ada satu ketakutan yang hampir semua orang punya, coba tebak apa? Yap takut gagal. Fenomena takut gagal ini sering banget kita temuin di sekitar kita, bahkan pasti pernah terjadi di diri kita sendiri. Resah banget gak sih kalo lagi produktif dan punya cita-cita tinggi, tapi takut gagal, resah kan? Kira-kira kenapa ya orang takut gagal? Kita coba ulas yuk!
Pada dasarnya, otak manusia dirancang untuk menghindari rasa sakit dan penderitaan. Karena sebab itu, kita menghindari kegagalan sebagai mekanisme pertahanan alami otak kita, karena secara alami otak kita mengartikan gagal sebagai asal muasal rasa gak nyaman, kecewa, bahkan sedih.
Hal ini terbukti karena ada peneleitian mendalam tentang kasus tersebut, bahkan sampai melahirkan teori yang disebut “Fight or Flight.” Dalam teori ini, kegagalan dianggap sebagai ancaman. Itulah kenapa otak kita memilih buat melarikan diri dari kegagalan yang dianggap berbahaya bagi diri kita.
Ketakutan akan gagal ini bisa terjadi karena banyak banget faktor. Sigmund Freud, tokoh psikologi terkenal juga pernah membuat pernyataan terkait hal ini, katanya “ketakutan kita terhadap kegagalan sering kali berasal dari emosi dan trauma masa lalu yang belum terselesaikan.” Pola asuh dan norma sosial juga bisa jadi sebab pasti orang takut gagal.
Ada orang-orang yang di lingkungannya dibiasakan menganggap kalau sukses adalah segalanya, sehingga kita takut mengecewakan orang lain kalau gagal. Apalagi di era serba digital yang lebih dari setengah hidup kita dihabiskan di media sosial. Tren-tren dari media sosial seperti jadi tolak ukur baru buat standar kesuksesan, seolah-olah gagal jadi keliatan seperti dosa besar yang jangan sampai terjadi.
Karena hal itu, kita jadi sering membandingkan diri sama orang lain, terlebih di media sosial. Kita jadi menuntut diri kita buat jadi kaya influencer yang kita liat di media sosial dan menjadikan mereka tolak ukur keberhasilan, padahal kan ukuran berhasil orang beda-beda, dan semua orang punya cara sendiri buat jalanin hidupnya.
Terus gimana cara mengatasinya?
Sadar gak sadar, takut akan gagal terjadi karena kita terlalu fokus sama pikiran orang ke kita, padahal dalam jangka panjang, titik penyesalannya udah bukan kegagalan lagi, tapi udah gak punya kesempatan buat nyoba.
Orang yang berani gagal adalah orang yabg terbukti lebih kreatif dan lebih inovatif, mereka gak takut ambil resiko, dan itu yang bikin orang-orang tipe ini banyak yang sukses, karena punya mental menang.
Tapi gak cukup sampai disitu, selain ubah perspektif dan menganggap kegagalan itu bagian wajib dari sebuah proses, kita juga harus menetapkan tujuan yang realistis sesuai porsi kita, tujuannya biar kita merasa nyaman buat memenuhi targetnya, tapi bukan berarti gak boleh punya tujuan tinggi, setelah target terpenuhi, naik tahap ke tujuan berikutnya.
Belajar dari kesalahan juga termasuk faktor penting biar orang gak takut gagal, karena gagal akan dianggap bagian dari belajar. Melatih kepercayaan diri juga penting banget untuk mendukung diri kita secara moril.
Terakhir, kita juga harus punya lingkungan yang supportif dan bisa bangun dukungan sosial, karena berbagi perasaan ke orang terdekat secara langsung bisa buat diri kita merasa lebih baik.
Penulis: Muhammad Shidqi Aldiansah
Editor: Rafiq Subhi Sahfi

Leave a Reply