KATA SIAPA NGE-CUT OFF ORANG ITU PERBUATAN JAHAT? KENALIN DULU YUK PENYEBAB DAN DAMPAKNYA!

Rabu, 11/10/23 – 06.38 WIB

Mungkin banyak diantara kamu yang bertanya, “emang boleh se ngecut off in orang kayak gitu? Ngecut off orang yang toxic dan merugikan kehidupan kita, emang boleh?” Jawabannya tentu boleh dan ini adalah hal yang normal, terutama kalau orang tersebut membuat kamu merasa tidak dihargai, termanipulasi, atau membuat energi kamu habis karena dia.

Secara harfiah, arti cut off adalah memotong, memisahkan, atau berhenti. Menurut Cambridge Dictionary, cut off artinya titik tetap atau batas dimana sesuatu berhenti. Biasanya, istilah cut off digunakan untuk mengungkapkan kata kerja memotong atau berhenti.

Kata cut off sendiri viral sejak tahun lalu di media sosial dan membuat banyak orang menormalkan tindakan ini karena dianggap dapat menyelamatkan masalah hati atau emosional.

Penyebab Yang Mengharuskan Kamu Meng-Cut Off Suatu Hubungan

Cut off adalah istilah yang merujuk pada perpisahan dari sebuah hubungan, baik hubungan pertemanan, percintaan atau komunikasi. Beberapa orang melakukan cut off dalam hubungan demi mencegah hubungan toxic atau merugikan.

Cut off dalam pertemanan artinya mengakhiri sebuah hubungan pertemanan yang telah dijalin. Beberapa orang mungkin melakukannya secara mendadak atau tanpa menjelaskan, namun sebagian lagi mungkin dibicarakan secara baik-baik.

Sedangkan cut off dalam hubungan percintaan artinya tindakan yang dilakukan karena ketidakmampuan pasangan dalam mempertahankan hubungan. Beberapa pasangan mungkin memiliki toleransi berbeda. Tetapi, jika sudah merugikan salah satu pihak secara terus menerus, cut off mungkin adalah langkah terbaik.

Jadi apa penyebab semua hal ini terjadi? Berikut ini adalah tanda-tanda yang membuatmu layak meng-cut off orang dari kehidupan kamu, dia/mereka yang:

  1. Selalu merendahkan segala usaha atau pencapaian yang pernah kamu lakukan
  2. Tidak membiarkanmu menjadi diri sendiri
  3. Selalu ingin diprioritaskan dan tidak mengerti kondisi kamu
  4. Tidak mendukung keputusanmu, seperti keputusan dalam berkarir, berprinsip, dsb
  5. Hanya memanfaatkanmu, tidak pernah hadir ketika kamu butuh
  6. Sering mengatakan kata-kata sarkasme atau menyinggung
  7. Sering berbohong, Selingkuh
  8. Suka menekan dan mengatur kehidupanmu
  9. Selalu merasa tersaingi dan merasa iri jika kamu lebih baik darinya
  10. Cemburu berlebihan, sehingga mengganggu kegiatan sosialmu
  11. Membicarakan hal buruk tentangmu ketika kamu tidak ada.
  12. Sering membatalkan janji ketika menjelang waktunya datang, yang menunjukkan bahwa dia tidak menghargaimu dan waktumu, atau kamu tidak lagi menjadi prioritas dalam kehidupannya.
  13. Meminjam uangmu terlalu sering tanpa mengembalikannya
  14. Suka memukul dan melukaimu saat kamu membuat dia kesal
  15. Permintaan maaf yang tidak tulus, sehingga tidak pernah merasa bersalah ketika melakukan kesalahan

Cut Off Dalam Komunikasi

Cut off tidak tentang hubungan saja, tetapi juga dengan komunikasi. Orang yang melakukannya, tidak menjelaskan apapun ke orang yang menerimanya. Mereka akan menolak atau selalu beralasan untuk tidak berkomunikasi dengan orang tersebut. Ini disebut juga dengan membatasi diri agar tidak sering berkomunikasi.

Dampak Positif dan Negatif Cut Off Dalam Hubungan

Agar tidak asal-asalan melakukan cut off pada seseorang, kamu perlu mengetahui dampak positif dan negatifnya, yaitu:

Dampak Positif:

  1. Melindungi mental health dan emosional
  2. Meningkatkan kualitas hidup
  3. Menjaga diri dari energi yang negatif
  4. Memberikan ruang untuk melakukan perubahan

Dampak Negatif:

  1. Kehilangan hubungan sehat yang bermakna
  2. Rasa penyesalan dan bersalah
  3. Menimbulkan kesalahpahaman
  4. Menghadapi perasaan kesepian, terutama jika hubungan tersebut merupakan bagian penting dari jaringan sosialmu.

Cut off dalam hubungan merupakan pilihan drastis yang tidak selalu menjadi solusi terbaik. Dengan komunikasi terbuka, memecahkan masalah atau memberikan kesempatan untuk perubahan, hubungan tersebut dapat diperbaiki.

Namun, keseringan cut off seseorang itu bisa menjadi masalah, bukan dari orang-orang sekitarmu tetapi dari diri kamu sendiri. Keseringan cut off juga dianggap susah mengakui kesalahan atau malah menghindari masalah.

Penulis : Awwali Zahratulhilmi

Editor : Sri Devi


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *