Gen Z dan Frugal Living?

Siapa disini yang udah sering banget denger kata frugal? atau mungkin belum ada nih yang denger istilah tersebut?

Oke, daripada bingung, Yuk dibahas!

Apasih Frugal itu?

Frugal adalah pendekatan yang menekankan pengelolaan keuangan yang bijaksana dan penghematan tanpa mengorbankan kualitas hidup. Bahasa gampangnya sih hemat. Frugal ini dari bahasa Inggris yang sebenernya udah menjadi bahasa gaul di tahun 2010 lho!

Nah di zaman sekarang, terutama di era teknologi yang canggih ini dan bisa membuat para gen z konsumtif akibat belanja online, konsep frugal tidak jarang digunakan oleh para kalangan Gen Z, karena semakin ketidakpastian ekonomi akibat ‘terlalu sering nongkrong’ konsep frugal living ini menjadi semakin relevan lho!

Frugal sama pelit apa bedanya?

Hampir mirip sih, tapi berbeda! Yuk Simak! Frugal Living ini bukan sekadar tentang menjadi pelit atau menghindari pengeluaran. Ini lebih kepada mengelola sumber daya dengan efisien, membuat keputusan yang cerdas mengenai pengeluaran, dan mencari nilai terbaik untuk setiap pembelian. Mereka yang menerapkan gaya hidup frugal cenderung memprioritaskan kualitas daripada kuantitas, memilih barang yang tahan lama dan berkualitas daripada produk murah yang cepat rusak.

Mereka yang menerapkan konsep frugal rata-rata bisa menabung lho! jadi sekalian inves buat masa depan, bukan buat adu gengsi, hihihi.

Kenapa Gen Z Suka Frugal Living?

1. Tantangan Ekonomi: Gen Z tumbuh di tengah krisis ekonomi global, inflasi yang meningkat, dan biaya pendidikan yang tinggi. Dengan menghadapi beban utang pendidikan dan ketidakpastian di pasar kerja, banyak dari mereka merasa perlu untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan.

2. Kesadaran Lingkungan: Generasi ini sangat sadar akan isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Mereka menyadari dampak konsumsi berlebihan terhadap planet kita. Oleh karena itu, banyak nih Gen Z yang memilih gaya hidup frugal sebagai cara untuk mengurangi jejak karbon mereka dengan mengurangi pembelian barang baru dan lebih memilih barang bekas atau ramah lingkungan.

3. Pengalaman di Atas Barang: Gen Z lebih cenderung menghabiskan uang untuk pengalaman, seperti perjalanan atau acara sosial, dibanding barang-barang material. Dengan pendekatan ini, mereka dapat menikmati hidup tanpa harus terjebak dalam siklus konsumsi yang berlebihan.

Gimana Cara Gen Z Menerapkan Gaya Hidup Frugal?

1. Teknologi dan Aplikasi: Gen Z sangat melek teknologi dan memanfaatkan aplikasi keuangan untuk mengelola anggaran. Aplikasi keuangan tersebut bisa membantu mereka melacak pengeluaran dan menemukan cara untuk berhemat.

2. Belanja Pintar: Mereka memanfaatkan platform online untuk membandingkan harga dan mencari diskon. Selain itu, belanja di thrift shop atau menggunakan platform jual beli barang bekas menjadi pilihan populer dan sudah jadi kebiasaan. Dengan hal ini Gen Z bisa banget nih untuk menghemat uang

3. DIY (Do It Yourself): Di zaman sekarang, banyak Gen Z terlibat dalam kegiatan DIY, mulai dari memasak, sampai kerajinan tangan. Jadi nggak perlu lagi deh pesen makanan di online karena lebih hemat masak sendiri. Dan yang keren lagi, Gen Z juga suka memanfaatkan hasil kerajinan tangannya untuk dijual lagi di platform online lho! Lumayan kan jadi nambah cuan..

4. Membangun Komunitas: Melalui media sosial, Gen Z sering berbagi tips frugal dan pengalaman mereka. Ini menciptakan komunitas yang saling mendukung, di mana mereka dapat bertukar informasi dan strategi untuk mengelola keuangan.

Jadi, apa salahnya menerapkan konsep frugal living?

Dengan konsep ini, kita bukan hanya mengelola keuangan dengan lebih baik tetapi juga berkontribusi pada dunia yang lebih berkelanjutan. Gaya hidup frugal bukan hanya sekadar tren; tetapi merupakan respons yang bijaksana terhadap realitas di zaman sekarang.

Yuk sama-sama investasi dari sekarang dengan menerapkan frugal Living

Penulis : Najwa huaida
Editor : Arif Rahmatulhakim


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *