Skincare saat ini semakin banyak jenis dan sulit untuk dipercaya apakah benar-benar bermanfaat atau hanya sekedar memberikan putih secara instan dengan dampak yang berbahaya untuk kulit. Bahkan, makin banyak sekali korban skincare abal-abal yang menjanjikan kulit glowing dalam waktu instan hingga berakhir kulit semakin tipis dan sensitif. Mirisnya di Indonesia, masyarakat sangat tergiur dan ingin sekali memiliki kulit putih dengan cara instan tanpa memikirkan apakah kandungan dari skincare tersebut berbahaya atau aman. Selain berbahaya, skincare yang baru muncul ke permukaan ini sangat overclaim seperti menyatakan kandungan niacinamide 5% namun ketika di uji laboratorium persentase hanya sebatas 0,002%. Perbedaan yang sangat signifikan, ironis sekali bukan bahwa oknum mafia skincare memproduksi seolah bahan yang digunakan aman dan bermanfaat padahal kenyataan berdasarkan uji klinis kandungan skincare tersebut tidak seperti yang dipublis kepada masyarakat Indonesia.
Hal inilah yang menjadi alasan perbincangan dr. Oky Pratama dan dr. Richard Lee pada channel YouTube @drRichardLeeMARS, memaparkan secara detail dengan Bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat mengenai sosok dibalik kebohongan ingredients pada beberapa skincare atau istilah saat ini overclaim yang dilakukan oleh satu orang sebagai pemilik Pabrik Skincare.
Siapa Sosok Ibu H sebagai Mafia Skincare?
Sosok Ibu H yang dibincangkan oleh dua dokter kecantikan ini dinilai sebagai mafia skincare, dikarenakan menyatakan bahwa produk yang dikeluarkan dari Pabrik miliknya aman dan tidak berbahaya bagi penggunanya. Setelah terkuak dan diuji laboratorium, produk skincare hasil dari Pabrik tersebut tidak aman dan dinyatakan beretiket biru. Etiket biru atau mudah dipahami sebagai produk skincare yang mengandung obat keras berdasarkan dari hasil racikan, tanpa adanya resep dan pengawasan dokter kecantikan.
Sosok mafia skincare ini memberikan produk tanpa label lalu dijual ke beberapa owner sebagai reseller dengan menyatakan bahwa produknya aman dan dapat sertifikasi BPOM. Sehingga menarik beberapa owner, seperti Daviena dengan ownernya bernama Melvina yang membuat produk di pabrik sosok mafia ini. Sekarang terbukti bahwa produk retinol Daviena Skincare tidak sesuai kandungannya dengan apa yang dikatakan ke masyarakat. BPOM dipertanyakan oleh dr. Oky Pratama bagaimana produk tersebut bisa lolos untuk diedarkan.
Sosok Ibu H atau mafia skincare dituding adalah Heni Sagara yang dinyatakan oleh Nikita Mirzani sebagai sahabat dr. Oky Pratama pada akun Instagram @nikitamirzanimawardi_172. Nikita menyatakan dalam postingan story Instagram “Aku habis liat potongan (video) dokter Oky nangis teruntuk Ibu pabrik, udah sebut aja Ibu Heni yang punya pabrik di daerah Bandung sana. Emang dia waktu itu juga nawarin ke gue, pas gue dateng ke pabriknya. “kamu jualan etiket biru aja”, heh Bu Heni gue bukan dokter ya semua orang lu tawari etiket biru ya emang keterlaluan lu ya” Pada Kamis, 26 September 2024 pukul 10 WIB.
Tindakan Overclaim Pabrik Sosok H
Beberapa owner yang dirugikan dan menjadi korban dari Pabrik ini dikarenakan overclaim mengenai Niacinamide dan Salicylic Acid sebesar 5% padahal pada BPOM sebatas 3% saja dalam kandungan atau ingredients skincare. Hal ini menjadi bukti bahwa tindakan overclaim yang dilakukan oleh Sosok H atau Ibu Heni benar adanya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan lebih hati-hati lagi mengenai pemilihan skincare karena ingredients pada produk belum tentu benar sesuai yang tertera dan dilaporkan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Penulis: Hanifah Azzah S
Editor: Fira Alraen

Leave a Reply