Di zaman yang semakin maju membuat semua aspek dalam industri mengalami kemajuan tak terkecuali juga dalam industri musik yang semakin berkembang dengan begitu pesat semenjak era digital mengambil alih cara masyarakat mendengarkan serta menikmati musik. Salah satu platform media sosial di mana tahun-tahun belakangan ini memberi pengaruh besar terhadap tren musik adalah Tik Tok. Lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan, Tik Tok bergeser menjadi media yang tidak hanya dipakai dengan tujuan hiburan dan bereskpresi melainka juga sebagai suatu cara, tempat, dan strategi yang dipakai musisi atau penyanyi dan seniman musik mempromosikan lagunya. Terlebih satu fakta yang tidak bisa disangkal adalah dengan bantuan Tik Tok, sebuah lagu baru bisa menjadi viral hanya dalam waktu hitungan hari. Tidak hanya itu, lagu-lagu yang dipakai menjadi soundtrack dari challenge atau tren dance di Tik Tok sering kali menanjak populeritasnya menduduki tangga lagu baik itu lokal hingga internasional.
Tik Tok sebagai Platform Promosi Musik
Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi sekarang, dulu, sekitar 10 tahun kebelakang, saat kehidupan belum begitu maju. Seorang artis harus melewati label rekaman besar atau stasiun radio untuk mengenalkan lagi baru mereka. Namun, sekarang sudah lebih mudah, Tik Tok telah memberi sentuhan baru dengan mengubah permainan. Saat ini musisi independen bahkan bisa mendobrak pasar musik dengan satu lagu yang viral. Algoritma dalam Tik Tok yang cerdik memungkinkan user menemukan lagu-lagu baru melalui video dengan durasi yang beragam dari 10 detik, 30 detik, satu menit hingga yang terpanjang sekarang 10 menit lamanya.
Lagu seperti “Somebody pleasure” oleh Aziz Hendra, “Kupu-kupu” oleh Tiara Andini, “Penjaga hati” oleh Nadhif Basalamah, “Sialan” oleh Juicy Luicy & Adrian Khalif, adalah beberapa contoh sukses dari lagu yang meroket naik populeritasnya dan menduduki puncak lagu di Spotify.
Dance Challenge: Menjadikan Musik sebagai Gerakan Global
Salah satu cara paling efektif dan biasa digunakan Tik Tok dalam mempopulerkan lagu adalah melalui tantangan dance. Seorang penyanyi akan mempromosikan dan mengenalkan lagunya dengan cara membuat koreografi singkat dan menantang orang lain ikut serta. Misalnya, dari artis Western seperti lagu Doja Cat yang berjudul “Paint Town Red” meledak dan viral ke seluruh penjuru dunia dengan koreografi khas yang dibuat oleh seorang pengguna Tik Tok hingga Doja sendiri menotice-nya. Ada juga dance dari lagu Nicki Minaj & Ice Spice yang berjudul “Barbie world (with Aqua). Selain itu mayoritas grup dari Korea Selatan juga menggunakan strategi dance challenge ini untuk memasarkan lagu mereka. Sebut saja BTS dengan koreo lagu “Run BTS” yang khas dan iikuti oleh banyak penggemar mau non-penggemar. NCT Dream dengan lagu “Beatbox”, Lisa Blackpink dengan judul “Money” dan masih banyak lagi.
Di Indonesia, fenomena dance challenge ini bisa kita temukan di lagu yang berjudul “Lathi” DARI Weird Genius dan Sara Fajira yang viral berkat tantangan challenge-nya di Tik Tok. Kendati bukan hanya dipakai untuk dance, melainkan tantangan untuk make-up. Dampaknya lagu “Lathi” ini tidak hanya menguasai tangga lagu lokal, juga merambah ke kancah internasional berkat kepopuleritasannya di media sosial.
Dampak Terhadap Tangga lagu
Impact besar Tik Tok terhadap lagu yang naik tidak bisa dianggap hanya isapan jempol semata. Tidak sedikit lagu-lagu yang akhirnya muncul di puncak tangga lagu setelah vital di Tik Tok. Dua Lipa dengan “Levitating” misalnya, menjadi contoh klasik dari deretan lagu yang melewati kebangkitan berkat Tik Tok kendati saat awal munculnya tidak begitu menonjol.
Tantangan untuk dance dan video Tik Tok menghasilkan koneksi emosional dengan user membuat orang mengulang-ngulang lagu tersebut. Yang membuat user akhirnya terdorong untuk beralih ke platform lain seperti Spotify untuk mendengarkan versi lengkapnya. Di mana itulah yang menjadi faktor kenaikan streaming dan menempatkan lagu tersebut di tangga lagu streaming global.
Keberhasilan Tik Tok dalam mengubah cara dunia dalam mendengarkan dan menikmati musik era sekarang merupakan sebuah fakta yang tak bisa disangkal. Tik Tok bisa menjadi stategi yang ampuh untuk memasarkan musik seorang artis/musisi kepada audiens dengan jangkauan yang lebuh luas. Tidak hanya lokal tapi juga hingga taraf global. Kendati demikian dapat menjaga keseimbangan antara viralitas media sosial dan kualitas musik tetap menjadi perhatian yang utama. Seiring dengan perkembangan media sosial yang semakin maju, di masa mendatang tidak menutup kemungkinan akan ada lebuh banyak platform serupa yang akan membentuk dunia baru bagi musik. Tik Tok bukan hanya sekadar applikasi hiburan melainkan juga tempat masyarakat atau penggunanya menemukan musik baru setiap harinya dan juga agen utama dalam mengarahkan selera musik global.
Penulis : Wandha Chintya Nurulita
Editor : Arif Rahmatulhakim

Leave a Reply