Cara Mengurangi Flexing Berlebih

source: roomme.id

Sebagai pengguna media sosial, kalian pasti sering menemukan orang-orang yang mengunggah tentang pencapaian juga opini pribadi mereka di media sosial. Hal ini kemudian menimbulkan kesan bahwa orang tersebut sengaja memamerkan hal yang dia punya. Perilaku pamer di media sosial ini disebut dengan istilah flexing.  Flexing yang dilakukan tidak hanya berupa materi, namun dapat berupa status sosial, jumlah teman, pengalaman traveling, kecerdasan, dan kesuksesan seseorang. Lahirnya media sosial memang membuat kita kesulitan untuk tidak flexing apalagi kita memiliki sesuatu untuk dipamerkan. Karena pada dasarnya, manusia pasti ingin digambarkan sebagai seseorang yang memiliki kekayaan, menarik secara fisik, cerdas, dan populer. Lagi pula ketika kamu ingin memamerkan apa yang kamu punya, itu adalah hak setiap orang. 

Namun permasalahannya, ketika unggahan tersebut menjadi viral biasanya orang lain akan menilai orang yang flexing memiliki sifat arogan, tidak punya empati, dan bahkan bodoh. Media sosial saat ini seakan-akan telah menjadi alat untuk menilai orang lain, sekalipun mereka tidak saling mengenal. Hal ini dikarenakan media sosial memudahkan orang tampil tanpa identitas diri atau anonim. Sehingga mereka merasa bebas menilai orang lain tanpa perlu mempertanggung jawabkannya. Oleh sebab itu, perilaku flexing sebaiknya jangan dilakukan berlebihan karena flexing dapat mempengaruhi keadaan mental dan citra kalian. Untuk mengurangi flexing berlebih, coba lakukan cara-cara berikut:

1. Gunakan dengan bijak

Media sosial adalah alat yang kuat untuk meningkatkan bisnis dan karier, serta menjadi sarana agar ‘brand’ kamu dikenal luas, sekaligus membuat kamu tetap terhubung dengan industri atau bidang karier kamu. Penting bagi kamu menyebutkan pencapaian diri dan membuat koneksi di media sosial guna mencari dan membuka kesempatan baru untuk karier kamu. Namun, sebaiknya dilakukan sewajarnya tanpa dilebih-lebihkan, dan tidak dilakukan terlalu sering. supaya tidak terkesan seperti flexing.

2. Ketahui tujuannya

Tidak ada yang mengatakan bahwa kamu tidak boleh mengunggah apa yang ingin kamu unggah, namun sebelum itu kamu harus meluruskan dulu niatmu. Tanyakanlah pada diri sendiri, kenapa kamu mengunggah hal tersebut, apakah kamu mengunggahnya karena kamu memang senang dan bangga pada diri sendiri? Atau, karena kamu ingin orang-orang tahu bahwa hidup kamu keren?

3. Jangan berpura-pura rendah hati

Saat kamu merasa berhasil dan bangga mengenai pencapaianmu, ungkapkanlah hal tersebut dengan sewajarnya, tanpa memaksa menyebutkan kata-kata yang memberimu kesan rendah hati, padahal itu bukan maksud kamu. Karena orang lain akan dapat mengetahui mana ucapan yang tulus dan mana yang dibuat-buat. 

4. Kasih kredit ke orang lain

Ketika kamu memperoleh sesuatu pasti ada bantuan dari orang lain. Oleh karena itu, ucapkan terima kasih atas peran orang tersebut pada unggahan kamu, tanpa panjang lebar dan berlebihan.

5. Bikin lebih dinamis

Kamu harus membuat unggahanmu menyenangkan untuk dibaca. Tidak hanya menyebutkan pencapaian-pencapaian kamu, tapi tambahkan candaan, cerita lucu, atau foto supaya postingan kamu lebih menarik dan dinamis.

Jika hendak melakukan flexing sebaiknya lakukan dengan penuh kesadaran dan empati supaya lebih menginspirasi, dan tidak mengundang hujatan ya.

Penulis:  Falina Islamira

Editor: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *