Mengubah kebiasaan buruk bukanlah hal yang mudah, terutama di era serba cepat seperti sekarang. Pengaruh scrolling media sosial yang tak ada habisnya sering membuat kita terjebak dan kehilangan produktivitas. Akibatnya, kita enggan bergerak dan mengabaikan banyak hal penting. Namun, ada saatnya kita bertanya: bagaimana cara mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik?
1. Mengenal Tuas Kebiasaan
Menurut James Clear dalam bukunya Atomic Habits, kebiasaan bekerja layaknya sebuah tuas yang memengaruhi perilaku manusia. Ketika tuas berada pada posisi tepat, kebiasaan baik akan lebih mudah dilakukan. Sebaliknya, jika tuas tidak mendukung, perubahan perilaku menjadi lebih sulit tercapai. Oleh karena itu, memahami “tuas kebiasaan” adalah langkah awal untuk melakukan perubahan.
2. Empat Langkah Sederhana Membangun Kebiasaan
Sebelum mengubah kebiasaan, kita perlu mengetahui proses dasarnya. Charles Duhigg dalam The Power of Habit menjelaskan empat langkah pembentuk kebiasaan, yaitu:
- Petunjuk (Cue) Sinyal kecil yang memberi tanda pada otak untuk memulai perilaku tertentu. Biasanya, petunjuk muncul karena adanya prediksi terhadap ganjaran.
- Gairah (Craving) Menjadi pendorong utama sebuah kebiasaan. Tanpa dorongan ini, tidak ada alasan untuk bertindak. Sebenarnya, yang kita inginkan bukanlah tindakannya, melainkan perubahan yang akan muncul setelahnya.
- Tanggapan (Response) Tindakan nyata yang dilakukan, baik berupa pikiran maupun perilaku. Kemampuan seseorang dalam merespons sangat dipengaruhi motivasi dan kapasitasnya.
- Ganjaran (Reward) Menjadi tujuan dari setiap kebiasaan. Ganjaran membuat kita puas dan memberikan pelajaran bagi otak agar perilaku tersebut diulang kembali.
Dengan kata lain, petunjuk memicu gairah, yang kemudian menghasilkan tanggapan, dan akhirnya membawa pada ganjaran. Siklus inilah yang disebut habit loop, yaitu pola yang membuat kebiasaan berjalan otomatis.
3. Penerapan 4 Kaidah untuk Perubahan
Setelah memahami lingkaran kebiasaan, kita bisa mulai membuat perubahan. James Clear mengajukan empat pertanyaan sederhana, Pertama, bagaimana saya bisa membuatnya lebih terlihat?. Kedua, bagaimana saya bisa membuatnya lebih menarik?. Ketiga, bagaimana saya bisa membuatnya lebih mudah?. Keempat, Bagaimana saya bisa membuatnya lebih memuaskan?
Pertanyaan seperti “Kapan saya bisa berubah?” atau “Mengapa rencana saya selalu gagal?” dapat dijawab melalui empat kaidah tersebut. Selanjutnya, perubahan kebiasaan akan lebih mudah jika sistem yang kita bangun mendukungnya. Dengan demikian, kebiasaan apa pun dapat terbentuk melalui sistem dan lingkaran umpan balik yang tepat. Yang terpenting adalah memastikan tuas kebiasaan berada di posisi yang mendukung perubahan.
By Indi Ayuni

Leave a Reply