Fenomena bahasa gaul di media sosial kini menemukan sumber baru: para streamer. Jika dahulu tren bahasa populer datang dari film, artis, atau lagu, kini kata-kata aneh dan absurd bisa muncul dari obrolan spontan seseorang di depan kamera. Puncak dari fenomena ini dapat dilihat melalui popularitas istilah-istilah seperti “izin” dan “egiluy”, yang tidak lain dipopulerkan oleh streamer ternama, Bigmo alias Muhammad Jannah.
Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Pencipta Budaya
Bigmo, yang dikenal melalui kanal Niceguymo, adalah salah satu streamer yang paling berpengaruh dalam menciptakan kosakata baru di jagat internet lokal.
- Gaya Konten: Bigmo berfokus pada konten Just Chatting (mengobrol santai). Ia dikenal memiliki gaya bicara yang blak-blakan, ceplas-ceplos, dan spontan, yang seringkali memicu tawa penonton.
- Perkembangan Konten: Awalnya, ia dikenal karena melakukan hal-hal gila atau absurd yang disarankan oleh penonton melalui donasi. Belakangan, kontennya berkembang menjadi talkshow santai dengan mengundang berbagai influencer hingga artis.
- Viralitas Bahasa: Komentar spontan dan ekspresinya yang nyeleneh sering menghasilkan istilah baru. Istilah ini awalnya hanya dimengerti oleh komunitasnya (“komunitas nicegang”) tetapi cepat menyebar ke luar karena potongan klipnya viral di TikTok dan media sosial lainnya.
Absurditas yang Menjadi Tren
Dua kata yang paling mencerminkan fenomena bahasa gaul Bigmo adalah “izin” dan “egiluy”.
- “Izin”: Kata yang biasanya berarti meminta permisi secara sopan (misalnya, izin keluar kelas). Namun, dalam konteks streaming, kata ini bergeser menjadi bentuk bercandaan pasrah. Contohnya, ketika terjadi blunder atau momen kocak, penonton berkomentar “iziiinn” sebagai kode untuk ikut melawak, bukan benar-benar pamit.
- “Egiluy”: Merupakan plesetan yang lahir dari gaya bicara streamer yang spontan dan terbalik-balik. Kata ini adalah kebalikan dari frasa “Gila, Lu!” dan digunakan untuk mengekspresikan keterkejutan atau kekocakan yang absurd.
Bahasa Gaul Lahir dari Interaksi Langsung
Fenomena bahasa gaul yang dipicu oleh streamer seperti Bigmo menunjukkan pergeseran budaya. Bahasa ini bukan hasil perencanaan, melainkan lahir dari interaksi spontan antara streamer dan penonton, dari tawa, dan dari momen lucu yang terjadi begitu saja.
Bahasa yang terasa tidak kaku, spontan, dan “kita banget” ini menyebar cepat karena terasa akrab dengan energi dunia digital. Pada akhirnya, streamer seperti Bigmo tidak hanya menghibur, tetapi secara tidak sadar telah menambahkan kosa kata baru yang absurd namun seru ke dalam kamus bahasa gaul anak muda masa kini.

Leave a Reply