Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah overthinking. Dalam psikologi ilmiah, istilah ini juga digunakan untuk menyebutkan pemikiran negatif berulang. Yaitu kondisi mental di mana seseorang terjebak dalam pola pikir yang terus-menerus dan tidak produktif. Ini seringkali melibatkan rumination (pemikiran berlebihan tentang masa lalu) dan worry (emosi negatif yang terkait dengan masa depan). Orang-orang yang mengalami overthinking cenderung mengalami kesulitan membuat keputusan, terjebak dalam analisis yang berlebihan, dan mengalami stres dan cemas yang berlebihan. Pikiran yang terus-menerus aktif juga dapat menyebabkan gangguan tidur. Misalnya, seorang siswa sering berpikir tentang memilih program studi yang salah, menyesali keputusan masa lalunya, khawatir tentang masa depan, dan khawatir akan kegagalan. Kita mungkin menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan skenario yang berbeda, namun tidak beranjak mengambil langkah konkret untuk membuat perubahan.
Apa yang dapat dilakukan mahasiswa bilamana ia menemui dirinya menjadi terganggu dengan kondisi repetitive negative thinking ini ?
Tips 1 : Setiap hari, luangkan waktu untuk duduk diam, merenung, dan fokus pada pernapasan. Praktikkan pernapasan dalam dan perlahan saat merasa tegang. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ini akan membantu kita meredakan ketegangan, jadi lakukan ini secara konsisten.
Tips 2 : Gunakan jurnal untuk mencatat pikiran yang mengganggu. Kita dapat memeriksa dan menilai pikiran tersebut dengan lebih objektif dengan menuliskannya. Dengan menulis tentang hal-hal baik yang terjadi setiap hari, praktik kebersyukuran juga dapat mengubah pandangan.
Tips 3 : Merencanakan tugas harian dalam daftar yang terstruktur, dengan membuat daftar tugas harian yang terinci dan memprioritaskan tugas-tugas tersebut.
Tips 4 : Menggerakkan tubuh untuk mengalihkan perhatian. Olahraga ringan atau berjalan jalan di sekitar kampus dapat membantu mengalihkan pikiran dari kecemasan. Gerakan fisik membantu melepaskan energi dan mengurangi stres.
Tips 5 : Memberi kesempatan istirahat singkat. Jika pikiran terasa terlalu berat, berikan diri kita waktu istirahat sejenak. Duduk dengan nyaman dan fokus pada pernapasan untuk menenangkan pikiran.
Tips 6 : Menentukan batasan waktu untuk merenung. lakukan positive self-talk pembicaraan diri yang penuh kasih untuk menggantikan dialog internal yang negatif dengan yang lebih penuh kasih dan mendukung.
Tips 7 : Menemukan kegiatan yang menyenangkan sebagai distraksi. Dengan menemukan kegiatan atau hobi yang menyenangkan untuk mengalihkan perhatian dari pikiran negatif.
Tips 8 : Berbicara terbuka dengan teman atau keluarga yang dapat dipercayai tentang perasaan kita, meminta dukungan dari mereka, dan mendapat dukungan dan pemahaman dari mereka dapat membantu meringankan beban pikiran.
Tips 9: Identifikasi pola pikir negatif Setelah itu, sangat penting untuk berlatih untuk mengidentifikasi pola pikir negatif yang menyebabkan overthinking. Setelah kita menemukan pikiran tersebut, tanyakan pada diri sendiri apakah itu nyata atau hanya angan-angan atau khayalan. Metode reframing atau refleksi ulang, yang berarti melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda untuk menemukan aspek positif atau peluang baru untuk belajar.
Dengan melangkah maju mengambil langkah-langkah ini secara konsisten, mahasiswa yang semula tidak nyaman dengan kondisinya, sejauh konsisten menerapkan secara mandiri langkah self-help, maka dapat mengurangi overthinking dan meningkatkan kesejahteraan mental sebagai mahasiswa.
Ada banyak cara untuk menangani overthinking. Metode CBT mengubah pola pikir negatif dengan mencatat pikiran negatif dalam jurnal pemikiran dan menulis respons rasional terhadapnya. juga mencakup teknik relaksasi dan kesadaran diri untuk fokus pada saat ini dan di sini. Langkah meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan mengurangi kemungkinan berpikir atau khawatir tentang masa depan. Karena biasanya seseorang mengatasi kebiasaan berpikir berlebihan dan mencapai keseimbangan mental yang lebih baik. Secara keseluruhan, overthinking adalah kondisi kompleks yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang.
Penulis : M Haikal Zamzami
Editor : Arif Rahmatulhakim

Leave a Reply