Generasi Sandwich Semakin Bertebaran, Apa Sih Penyebabnya?

Pasti kita sudah ga asing lagi sama istilah generasi sandwich? Buat kamu yang belum tau, ini bukan tentang sandwich makanan buat sarapan itu yaa. Generasi sandwich itu adalah istilah tepatnya buat orang-orang yang harus nanggung beban finansial dari dua sisi: keluarga di bawah (adik/kakak) dan di atas (orang tua). Jadi, letaknya di tengah-tengah kehidupan kayak sandwich, dan mereka ini terjepit dengan banyak tanggung jawab.

Disini ada yang masih muda, lagi fokus bangun karier kuliah sambil kerja atau baru mulai kehidupan mandiri. Tapi, di waktu yang sama, kamu juga harus memikirkan nasib orang lain.  Bantu biaya hidup orang tua, adik-adik yang masih sekolah, bahkan tagihan rumah atau bahkan kakak kamu yang kesulitan dalam rumah tangganya. Selamat kamu masuk dalam kategori generasi sandwich.

Kok Generasi Sandwich Makin Banyak?

Mungkin ga cuma kamu yang ngerasa sekarang makin banyak orang yang jadi generasi sandwich. Kenapa ya kira-kira?.  Well, ada beberapa alasan yang bikin fenomena ini semakin kelihatan nyata. Yuk, kita lihat lebih dalam kenapa fenomena ini makin sering terjadi:

  1. Biaya Hidup yang Terus Naik

Biaya hidup sekarang makin naik dari tahun ke tahun. Mulai dari harga makanan, sewa rumah, BBM sampai biaya pendidikan, listrik, air dan lain sebagainya. Apalagi kalau kamu tinggal di kota besar, Jakarta contohnya, pasti kerasa banget deh bebannya. Nah, kalo orang tua kamu udah pensiun atau nggak lagi produktif atau bahkan orang tua kamu memang tidak kerja dari awal, siapa lagi yang harus bantu mereka kalau bukan kamu?

  1. Orang Tua Nggak Punya Cukup Tabungan Pensiun

Banyak orang tua yang nggak sempat nyiapin tabungan pensiun yang cukup buat hidup nyaman di masa tua. Banyak juga orang tua yang pekerjaannya tidak memberikan dana pensiun. Akhirnya, anak-anaknya yang masih muda, kerja, dan punya penghasilan harus ikutan tanggung jawab untuk memperpanjang kehidupan. 

  1. Peran Anak Pertama

Buat kamu yang anak pertama mau perempuan atau laki-laki, ekspektasi keluarga seringkali lebih tinggi dibandingkan anak bungsu. Muncul anggapan bahwa kamu yang harus bertanggung jawab buat bantuin keluarga. Nah, kadang peran besar ini bikin kamu juga harus ngerelain mimpi pribadi demi keluarga.

  1. Karir yang Masih Belum Stabil.

Meskipun kamu udah kerja dan punya penghasilan pribadi, karir di usia muda masih dikatakan belum stabil. “Gaji yang didapat pasti belum besar-besar amat, tapi tanggung jawab udah setinggi gunung” Ini bikin kamu harus lebih pintar ngatur keuangan, dan harus tetap bisa survive dengan segala beban dan tanggungan yang ada.

Apa Dampaknya?

Menjadi bagian dari generasi sandwich jelas berat banget nggak sih. Di satu sisi, kamu masih muda, banyak mimpi yang ingin dicapai . Mungkin kamu baru aja mulai kerja atau berusaha bangun masa depan buat diri sendiri. Tapi di sisi lain, tanggung jawab keluarga udah di atas pundak. Ini bikin banyak generasi muda akhirnya menunda rencana hidup seperti nikah, beli rumah sendiri, atau bahkan sekadar liburan sebagai “self reward” aja ga bisa karena pengeluaran yang udah keburu habis buat keluarga.

Stres pasti? Jelas. Beban mental juga bertambah karena harus mikirin banyak hal sekaligus. Tapi, di sisi lain, pengalaman ini juga ada dampak positifnya. Kamu jadi lebih dewasa dengan belajar cara ngatur keuangan, ngatur pengeluaran, lebih peduli sama keluarga, dan ngerasain gimana rasanya hidup dengan penuh tekanan dan tanggung jawab.

Gimana ya, cara hadapi nya?

Buat kamu yang lagi berada di situasi ini. Biar nggak terus-terusan ngerasa berat, ga sanggup dan terbebani. Ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu lakuin buat ngelewatin fase ini dengan lebih baik:

  1. Atur Prioritas

Hidup dengan seribu tanggung jawab emang bikin pusing dan stres banget, tapi coba deh bikin daftar prioritas. Jadi, bakal keliatan mana yang bener-bener penting dan butuh perhatian kamu sekarang juga , dan mana yang bisa ditunda.  Jangan sampai semua hal ditanggung sekaligus, dan selalu menjadikan diri kamu sebagai hal yang paling akhir. Karena itu bakal bikin kamu cepat burnout.

  1. Komunikasi dengan Keluarga

Jangan ragu buat bahas ini secara terbuka dengan keluarga. Kalau kamu udah ngerasa terlalu berat dan ga kuat,  di obrolin aja masalahnya. Biar keluarga juga ngerti kondisi kamu dan mungkin ada solusi bareng yang bisa dicari. Akhirnya kamu ga perlu menyelesaikan semuanya sendirian.

  1. Jangan sungkan untuk curhat dan cari saran

Kadang, ngobrol sama teman deket atau orang lain yang udah lebih berpengalaman bisa ngebantu banget. Mereka mungkin punya cara-cara yang bisa kamu tiru buat ngelewatin beban ini, bisa kasih perspektif baru. Atau paling enggak kamu punya pendengar untuk keluh kesah kamu.

Gak semua orang bisa berada di situasi generasi sandwich. Kamu dihadapkan dengan ribuan tanggung jawab yang ga ada habisnya,  padahal usia muda biasanya jadi momen buat fokus ke diri sendiri untuk menggapai mimpi. Tapi, semoga dengan dukungan dari keluarga, kamu yang berada di posisi ini bisa ngelewatin semuanya. Jangan terlalu keras dengan diri sendiri. You will make it through!

Penulis: Ajzahrah Meika

Editor: Salsa Utami


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *