Diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hipoglikemia adalah keadaan ketika kadar glukosa darah menjadi terlalu rendah. Terlalu banyak berolahraga, terlalu sedikit makan, atau terlalu banyak insulin adalah penyebab umumnya. Gejala glukosa darah rendah termasuk perasaan lapar, perasaan goyah, berkeringat, kebingungan, perasaan mengantuk, penglihatan ganda, hilangnya kesadaran, dan kejang. Ini adalah kondisi yang berbahaya dan memerlukan pengobatan segera.
Saat ini, tidak hanya orang dewasa yang menderita diabetes, tetapi juga generasi muda, terutama Gen Z, terkena diabetes. Risiko terkena diabetes di usia muda meningkat karena beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh generasi ini. Ini adalah kebiasaan buruk yang harus diperhatikan oleh anak muda khususnya. Apalagi di zaman sekarang ini, sudah banyak makanan-makanan yang diminati oleh anak muda dan mengandung banyak sekali bahan-bahan yang berbahaya.
Apa aja sih penyebabnya?
Sebab pertama adalah kurangnya pengetahuan mengenai makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti minum-minuman bersoda, makanan junk food dan lain-lain yang mengandung gula yang sangat tinggi. Sehingga anak muda zaman sekarang hanya mendahului dari sisi rasa dari makanan itu saja tanpa memperhatikan komposisi makanannya tersebut.
Sebab kedua adalah setelah memakan makanan tersebut, tidak ada pergerakan atau aktivitas yang dilakukan oleh kalangan anak muda. Mereka cenderung merasa kantuk setelah memakan sesuatu. Hal yang seperti itu berbahaya karena kalori tidak keluar dan akan menyebabkan penumpukan lemak yang berlebih.
Yang ketiga adalah rusaknya pola tidur. Ini menyebabkan terhambatnya produksi insulin dalam tubuh. Dan menyebabkan kurangnya produktivitas di pagi harinya. Nampaknya hal ini menjadi kebiasaan buruk yang dialami oleh kalangan anak muda khususnya generasi Z.
Yang keempat adalah stress yang berlebihan. Stres berlebihan dapat berdampak pada kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes. Gen Z sering menghadapi tantangan dalam berbagai aspek kehidupan mereka, seperti studi, kehidupan sosial, dan karir. Juga generasi Z banyak yang mengalami depresi berat dan overthinking sehingga mempengaruh psikis mereka. Jika mereka tidak mengelola stres dengan baik, mereka rentan terkena gangguan kesehatan, termasuk diabetes.
Dan yang terakhir adalah Beberapa remaja dan dewasa muda mulai merokok dan minum alkohol pada usia yang sangat muda. Beberapa remaja dan dewasa muda mulai merokok dan minum alkohol pada usia yang sangat muda. Merokok dapat mengganggu metabolisme glukosa, sedangkan minum terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan penambahan berat badan dan resistensi insulin.
Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh masa transisi COVID 19 tahun lalu, mereka masih terbawa dengan masa-masa tersebut dan yang menjadi masalah adalah mereka tidak bisa merubah kebiasaan tersebut.
Sayangnya, diabetes tidak ada ramuan obatnya dan pilihan pengobatan yang tersedia hanya dapat membantu mengendalikan penyakit. Perlu dilakukan sosialisasi secara massif untuk kalangan generasi muda khususnya generasi Z untuk Menerapkan pola hidup sehat dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, dan mengelola stres merupakan langkah penting untuk mencegah diabetes.
Penulis: M Taufik Fadhillah
Editor: Rafi Fatawa Putra

Leave a Reply