MENGEKSPRESIKAN PERASAAN DENGAN SUARA: TULUS DAN KOMUNIKASI DALAM ALBUM “MANUSIA”

Senin, 09/10/23 – 12.07 WIB

Hallo kenalin saya adalah salah satu fans berat Tulus.

Musik adalah bahasa universal yang memungkinkan kita untuk mengungkapkan perasaan dan emosi kita tanpa harus mengandalkan kata-kata. Dalam dunia musik Indonesia, salah satu artis yang sangat mampu mengkomunikasikan perasaan melalui suara dan lagunya adalah Tulus. Album terbarunya yang berjudul “Manusia” adalah salah satu karya seni yang penuh dengan ungkapan perasaan yang mendalam.

Dalam album “Manusia,” Tulus dengan cermat memadukan musik dan lirik untuk menyampaikan pesan yang kuat. Ia menggambarkan perasaan-perasaan yang seringkali sulit diungkapkan dengan kata-kata. Dalam lagu-lagu seperti “Jatuh Suka,”Interaksi ,” “Hati-Hati di Jalan,” dan “Diri,” Tulus mampu merangkai melodi yang emosional dengan lirik-lirik yang sarat makna.

Salah satu contoh yang menonjol dalam album ini adalah lagu”Interaksi”. Lagu ini menggambarkan tentang rasa suka yang datang tiba-tiba. Ingin memiliki tapi enggan menyatakan karena khawatir bertepuk sebelah tangan. Rasanya semua manusia pasti pernah mengalami perasaan ini. Menyukai dan ingin memiliki. Perasaan berbunga yang sulit sekali dikendalikan. Waktu itu, rasanya sampai bingung ini perasaan apa? Rasanya bahagia, penasaran, tapi kok malu, geli, aneh. Ingin menyangkal untuk tidak merasakan ini, tapi entah bagaimana justru terus bertumbuh. Penuh tanya apa dia merasakan hal yang sama, atau hanya sepihak? Sampai berdoa Ya Tuhan, jika dia untukku, dekatkanlah. Tapi jika bukan untukku, dekatkanlah juga dan buatlah dia menjadi milikku hehe.

selain itu adapun lagu “Jatuh Suka” ini adalah contoh lain dari kemampuan Tulus dalam mengungkapkan perasaan. lagu ini sama seperti interaksi yang menggambarkan menyukai seseorang tapi berani mengungkapkan. lagu Jatuh Suka ini sepertinya lebih menggambarkan perasaan bahagia menyukai seseorang di level lebih lanjut. Tidak peduli apa dia menyukai juga, bagaimana perasaan dia, yang kamu tahu, kamu menyukainya, semua yang ada di dirinya. Perasaan ingin selalu menemaninya, ada di sampingnya, berada di dekatnya. Melalui melodi yang tenang dan lirik yang indah, Tulus berhasil mengomunikasikan keindahan dan kehangatan cinta. Ia mengajak pendengar untuk merenungkan perasaan-perasaan yang muncul saat kita jatuh cinta, dan bagaimana cinta tersebut dapat memberikan warna pada hidup kita.

Lagu yang pertama kali saya dengar disaat saya sedang terpuruk adalah lagu “Diri”. Lagu ini menggambarkan tentang tentang diri sendiri yang menyemangati diri sendiri agar tetap bisa bertahan di dalam kerasnya kehidupan, berdamai dengan diri sendiri memaafkan kesalahan yang disengaja ataupun tidak, menyemangati diri sendiri itu sangatlah penting, mencoba berbicara jujur dengan diri sendiri bisa menjadi cara yang tepat untuk memahami diri karena apapun itu yang mengetahui kondisi situasi adalah diri sendiri.

Lagu-lagu di album Manusia rasanya akan relate sekali dengan para pendengarnya. Setiap lagunya berisi peristiwa-peristiwa di fase kehidupan muda dan dewasa manusia, mimpi-mimpi dan ambisi yang sedang dan pernah ingin kita gapai, rasa suka pertama, rasa suka mendalam yang tidak selalu berhasil, putus asa, patah hati, banyak kegelisahan, tapi juga banyak kebahagiaan. Campur aduk peristiwa dan perasaan sepanjang perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga usia sekarang. Tulus seperti ingin bilang ‘Gakpapaa’ dan ‘Semangat!’ lewat lagu-lagu di album ini. 

Album “Manusia” oleh Tulus adalah bukti nyata bahwa musik adalah alat yang sangat kuat untuk berkomunikasi. Tulus tidak hanya menyanyikan lagu-lagu, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan perasaan yang tulus melalui suaranya. Ia memahami kekuatan musik sebagai medium untuk berbicara kepada hati pendengarnya. Dalam dunia yang seringkali penuh dengan kebisingan dan distraksi, musik Tulus dalam album “Manusia” mengingatkan kita tentang keindahan dalam kejujuran perasaan. Ia mengajak kita untuk merenungkan dan merasakan setiap emosi yang tersembunyi di dalam diri kita. Album ini adalah pengingat bahwa terkadang, satu-satunya cara terbaik untuk berkomunikasi adalah melalui suara dan musik yang tulus.

Penulis : Niken Karnelia

Editor : Muhammad Yusril Muharrom


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *