Gaslighting Termasuk Toxic Relationship? Yuk Kenali Tanda-tandanya

Istilah toxic relationship, atau biasa disebut dengan hubungan yang tidak sehat menjadi topik perbincangan belakangan ini. Istilah tersebut mendapat banyak perhatian dari masyarakat saat ini, terutama generasi muda, karena dapat menimbulkan dampak yang besar bagi korban yang terjebak dalam toxic relationship

Idealnya, dalam suatu hubungan, setiap pasangan harus saling mendukung, memahami, dan saling menyayangi satu sama lain. Namun sebaliknya, dalam hubungan yang toxic, justru akan memberikan kerugian atau efek negatif bagi seseorang yang mengalaminya. Terdapat banyak sekali tanda atau ciri dari hubungan yang tidak sehat, seperti tindakan mendiamkan pasangan ketika sedang marah atau silent treatment, melakukan ghosting atau menghilang secara tiba-tiba tanpa memberikan penjelasan ketika dihadapkan suatu masalah dengan pasangan, bahkan memanipulasi pasangan atau disebut dengan gaslighting.Gaslighting adalah salah satu bentuk dari toxic relationship yang harus diwaspadai, karena seringkali korban tidak menyadari bahwa dia mengalami gaslighting dari pasangannya.

Gaslighting merupakan bentuk kekerasan emosional yang bisa membuat seseorang mempertanyakan kewarasannya, tindakan tersebut bisa dilakukan dengan cara manipulasi, kebohongan, atau penyangkalan. 

Dilansir dari laman Good Therapy, istilah gaslighting berasal dari drama tahun 1938 berjudul “Gas Light”. Dalam drama tersebut, seorang suami memanipulasi istrinya dengan mencoba membuat istrinya berpikir bahwa dia kehilangan kewarasan atau gila dengan membuat perubahan kecil dilingkungannya, seperti meredupkan lampu gas dirumahnya. Sang suami kemudian meyakinkan istrinya bahwa dia hanya membayangkan perubahan tersebut.

Tindakan gaslighting ini memberikan dampak yang luar biasa bagi korban. Biasanya, korban yang mengalami gaslighing akan merasa tidak memiliki harga diri atau tidak berharga, karena apapun yang dia rasakan atau sampaikan akan diremehkan oleh pelaku gaslighting dengan cara menyanggah setiap perasaan, emosi, dan kata-kata yang diberikan oleh korbannya. Berikut adalah tanda-tanda gaslighting yang penting untuk disadari.

  1. Pelaku gaslighting akan bersikeras dan berusaha meyakinkan si korban bahwa semua kejadian yang didengar atau disaksikan oleh korban itu tidak pernah terjadi. Biasanya pelaku akan mengakatan “semua itu hanya imajinasimu”.
  2. Pelaku gaslighting akan tetap berbohong dan tidak mengakui perbuatannya, bahkan setelah korban menunjukkan semua bukti didepannya. Biasanya pelaku akan menyangkal semua bukti yang ada dengan kebohongan.
  3. Pelaku gaslighting biasanya akan mengubah topik pembicaraan atau menolak untuk mendengarkan saat korban meminta penjelasan atas kebohongannya.
  4. Blame shifting. Pelaku gaslighting akan berusaha mengalihkan tanggungjawab dengan menuduh bahwa semua yang dia lakukan merupakan akibat dari perbuatan pasangannya atau si korban.
  5. Pelaku gaslighting akan berusaha meminimize (mengecilkan) perbuatan dia yang sudah menyakitimu dengan mengatakan “aku hanya bercanda”.

Dari tanda-tanda diatas, pelaku gaslighting terlihat sangat mendominasi dan memiliki kendali penuh atas perilaku dan perasaan korban. Hal tersebut membuat korban tidak dapat menentukan apa yang harus dilakukan dan tergantung pada pelaku. Oleh sebab itu, kenali tindakan-tindakan gaslighting, dan apabila anda mengalaminya segeralah keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut.


Penulis: Adinda Nurfadilah

Editor: Galci Zharfani


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *