Bagaimana Jika Realita dan Mimpi Memiliki Suara?

Bagaimana Jika Realita dan Mimpi Memiliki Suara?

Realita dan mimpi adalah dua hal yang kerap berjalan beriringan, meski tidak selalu menuju arah yang sama. Realita membawa kita berhadapan dengan keadaan, sedangkan mimpi mengajak kita membayangkan segala kemungkinan. Keduanya mungkin tampak bertolak belakang, tetapi sama-sama menjadi bagian dari kehidupan manusia. Lantas, bagaimana jika kedua hal tersebut tidak hanya dapat dirasakan, tetapi juga didengarkan melalui sebuah lagu?

Pertanyaan itu seolah menemukan jawabannya melalui Remi The Duo, duo yang beranggotakan Khalishah Isyana dan Muthia Zahra Feriani. Berangkat dari nama Remi, keduanya mengembangkan gagasan REALITA MIMPI, sebuah konsep yang telah dirintis sejak 2014. Melalui warna musik alternative pop, Remi menghadirkan karya yang tidak hanya mengandalkan yang memadukan keindahan musikal dengan cerita tentang kehidupan, hubungan antarmanusia, serta perasaan yang kerap sulit diterjemahkan ke dalam kata-kata.

Yang menarik dari karya Remi The Duo terletak dari cara mereka mengolah pengalaman sehari-hari menjadi cerita yang dapat dirasakan oleh pendengarnya. Ada kisah tentang persahabatan dan penerimaan dalam Yellow Person, ada pula cerita mengenai kehadiran seseorang yang membawa kehangatan di tengah kehidupan yang tidak selalu mudah. Sekilas, cerita-cerita tersebut tampak sederhana, tetapi justru di sanalah letak kedekatannya. Sebab, tidak semua hal yang berarti harus hadir melalui peristiwa besar; terkadang, hal-hal kecil yang kita alami sehari-hari menyimpan cerita yang jauh lebih dalam.

REALITA MIMPI: Ketika Kehidupan Menemukan Melodinya

Gagasan tersebut kembali mendapat ruang melalui EP REALITA MIMPI yang dirilis pada 29 Oktober 2026. Memuat empat lagu, yaitu “Realita Mimpi”, “Aku Suka Hidup yang Ada Kamunya”, “Dahmamlum”, dan “Menaruh Lelah”, EP ini membawa pendengar menyusuri berbagai sisi kehidupan. Mulai dari keberanian mengejar impian, kebahagiaan dalam kesederhanaan, arti kehadiran seseorang, hingga pentingnya menghargai proses dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Namun, mengenal Remi The Duo tidak harus dimulai dari karya terbarunya. Setiap pendengar pasti memiliki pintu masuknya masing-masing. Bagi saya, perkenalan itu bermula dari “Halfway Somewhere”, lagu yang pertama kali saya dengarkan setelah diperkenalkan oleh seorang teman yang merupakan bagian dari Remi The Duo. Perkenalan sederhana itu justru menjadi awal dari ketertarikan saya terhadap karya-karya Remi The Duo. Ada daya tarik tersendiri dari cara lagu itu menyampaikan pesannya. Liriknya terasa dekat dengan kehidupan, terutama menjadi pengingat bahwa hidup bukanlah perlombaan dan sesuatu yang baru tidak selalu berarti buruk. Seiring berjalannya waktu, saya menemukan lagu lain yang terasa dekat, salah satunya “How Can I Live Without You”, yang mengingatkan saya pada arti menerima perhatian dan menghargai orang-orang yang tetap hadir dalam kehidupan.

Pengalaman itu pula yang membuat saya senang memperkenalkan lagu-lagu Remi The Duo kepada teman-teman. Menariknya, musik mereka dapat terdengar ceria dan penuh warna, sementara cerita di baliknya menyimpan beragam perasaan. Perpaduan tersebut membuat karya Remi The Duo terasa mudah dinikmati tanpa kehilangan makna yang ingin disampaikan.

Barangkali, di antara begitu banyak lagu yang hadir dalam keseharian, karya Remi The Duo layak memperoleh ruang untuk didengarkan dan dikenal lebih jauh. Tidak perlu terburu-buru memahami setiap cerita yang tersimpan di dalamnya. Cukup berikan kesempatan pada satu lagu untuk menjadi permulaan, lalu biarkan rasa ingin tahu membawa kita menyusuri karya-karya lainnya. Sebab, siapa tahu, di antara realita yang sedang dijalani dan mimpi yang masih disimpan, ada satu karya yang ternyata mampu menceritakan bagian dari kehidupan kita sendiri.

 


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *