Bagi sebagian orang, istilah Filantropi mungkin terdengar asing di telinga. Filantropi menurut KBBI adalah cinta kasih (kedermawanan dan sebagainya) kepada sesama. Filantropi juga bisa diartikan sebagai bentuk aksi kemanusiaan dengan memberi sesuatu kepada yang membutuhkan. Filantropi di Indonesia sudah ada sejak lama dan sudah menolong banyak orang sebagai wujud cinta kasih antar sesama. Secara tidak sadar, kita juga mendapatkan filantropi dari pemerintah, seperti bantuan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah ketika pandemi covid-19 melanda.
Seiring berkembangnya zaman, di mana zaman sekarang itu serba teknologi dan serba digital, filantropi pun merambah ke dunia digital. Mengumpulkan sumbangsih atau donasi untuk sesama melalui platform digital. Yang sebelumnya dapat kita ketahui kurangnya informasi yang didapat mengenai kemana arahnya donasi yang kita salurkan dan siapa saja penerima dari donasi tersebut, kini semuanya bisa kita ketahui melalui internet. Salah satu platform donasi online dan penggalangan dana yang sangat terkenal di indonesia adalah Kitabisa.com. Kitabisa adalah salah satu platform pengumpul dana donasi (crowdfunding) secara online yang mengizinkan siapapun membuat kampanye sosial di bidang pendidikan, medis, kemanusiaan, bencana alam, dan lain sebagainya (Aisyah Ayu:2019). Salah satu keuntungan dari platform kitabisa ini yaitu akses yang mudah bisa melalui internet dan transparansinya hasil dari penggalan dana tersebut. Di zaman yang serba online ini, transaksi melalui internet semakin dilirik oleh banyak orang.
Sebagai gerakan sosial yang bergerak melalui proses digital, filantropi digital sukses membawa bentuk filantropi yang sudah lama menjadi filantropi bentuk baru. Akan tetapi, filantropi digital tidak terlepas dari bentuk filantropi yang lama, yang menjadi pembedanya hanyalah adanya keterlibatan dengan unsur teknologi. Dari tahun ke tahun teknologi semakin pesat perkembangannya, pun filantropi digital yang bisa berkembang. Jika menilik dari penobatan oleh WGI, pada kenyataannya Indonesia memang negara yang sangat dermawan, terbukti dari banyaknya bentuk filantropi yang dilakukan, terlepas itu filantropi gaya lama ataupun filantropi gaya baru. Semoga Indonesia bisa berada pada peringkat satu dengan penobatan sebagai negara paling dermawan sampai kapan pun dan semakin meningkat persentasenya pula.
Penulis: Farhan Fadila (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Penyunting: Hilya Maylaffayza

Leave a Reply