Apakah anda tertarik atau suka belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif di depan publik ? Apakah anda senang berbicara di depan umum, mungkin anda seorang public speaker ? Apakah bentuk-bentuk kesenian publik (public art) sebagai pernyataan simbolis menarik minat anda ? Jika anda menjawab “suka” terhadap berbagai pertanyaan tersebut maka kemungkinan anda termasuk orang yang tertarik dengan pemikiran atau tradisi retorika dalam teori komunikasi.
Retorika hari ini seringkali dinilai negatif karena menunjukkan orang yang hanya mengungkapkan kata-kata kosong tanpa disertai dengan tindakan nyata. Namun, pada masa lalu retorika mengacu pada tindakan positif yang dipelajari orang. Sudah sejak lama retorika dipelajari, lima abad sebelum masehi di Yunani. Sebagai disiplin ilmu, komunikasi bahkan baru dianggap ada setelah munculnya retorika yang secara luas didefinisikan sebagai human symbol use (penggunaan symbol oleh manusia) dan pada awalnya retorika hanya memberikan perhatian pada persuasi.
Retorika merupakan suatu istilah yang diberikan pada suatu teknik pemakaian bahasa sebagai seni, yang didasarkan pada suatu pengetahuan yang tersusun baik (Keraf, 2005:1). Menurut Hendrikus (1991:14), retorika ialah kesenian untuk berbicara baik, yang dipergunakan dalam proses komunikasi antar manusia. Kesenian berbicara ini bukan hanya berarti berbicara lancar tanpa jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi, melainkan suatu kemampuan untuk berbicara dan berpidato.
Menurut Hendrikus (1991:16), Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (Linguistik) khususnya ilmu bina bicara (Sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara ini mencakup:
- Monologika
Monologika adalah ilmu tentang seni berbicarasecara monolog, di mana hanya seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi.
- Dialogika
Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secaradialog, di mana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang penting adalah diskusi, Tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
- Pembinaan Teknik Bicara
Efektivitas monologika dan dialogika bergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan syarat bagi retorika. Oleh karena itu pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik bernafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita.
Hal yang tidak kalah penting juga adalah lima ajaran retorika yaitu : penciptaan (invention), pengaturan (arrangement), gaya (style), penyampaian (delivery), dan ingatan (memory). Kelima ajaran tersebut adalah elemen-elemen dalam merencanakan dan mempersiapkan pidato. Dalam hal ini, sebelum berbicara maka pembicara harus menemukan gagasan, bagaimana mengorganisir gagasan, bagaimana membingkai gagasan ke dalam bahasa, menyampaikan gagasan dan akhirnya bagaimana agar apa yang disampaikan dapat menjadi ingatan bagi audiens.


Leave a Reply