PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMBENTUK KARAKTERISIK REMAJA

Jumat, 06/10/23 – 16.21 WIB

Seiring dengan kemajuan teknologi, masyarakat semakin dekat dengan penggunaan teknologi dalam aktivitas kesehariannya. Kemajuan teknologi khususnya internet, telah memudahkan masyarakat dalam mencari segala sesuatu yang dibutuhkannya. Media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual.

Tidak dapat dihindari bahwa keberadaan media sosial saat ini memberikan banyak kemudahan kepada penggunanya untuk berkomunikasi, berbagi file atau data, serta dapat dengan mudah bertukar informasi dengan cepat dan efisien hanya dengan menggunakan telepon genggam (handphone). Lewat handphone para pengguna media sosial dapat mengakses info atau yang lainnya dengan jaringan internet. hal inilah yang membawa arus informasi mengenai apa saja dengan mudah menyebar ke setiap pengguna media sosial tanpa batas ruang dan waktu. Kemudahan yang diberikan media sosial inilah menjadikannya sebagai suatu kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kebutuhan manusia.

Salah satu bentuk media sosial yang paling cepat pertumbuhannya adalah Instagram. Instagram adalah media yang memberi kemudahan cara berbagi secara online foto dan video di Instagram. Sistem sosial di Instagram adalah dengan menjadi pengikut akun pengguna lainnya, atau memiliki pengikut Instagram. Kehadiran media sosial Instagram di kalangan remaja, membuat ruang pribadi seseorang jadi lebih mudah diketahui di masyarakat luas. Terjadi pergeseran budaya di kalangan remaja, para remaja tidak segan-segan untuk meng-upload segala kegiatan pribadinya untuk dibagikan kepada teman – temannya melalui akun media sosial Instagram dalam membentuk identitas diri mereka.

Penggunaan media sosial juga banyak memberikan dampak negatif terhadap kepribadian remaja khusunya karena mampu membuat anak dewasa sebelum waktunya. karena dalam bermedia sosial tidak ada batasan umur yang jelas bagi penggunanya, dan mereka lebih banyak mengkonsumsi konten yang tidak sesuai dengan apa yang semestinya untuk membentuk kepribadian remaja yang memang sedang berada pada tahap pencarian jati diri dan baru akan mengenal dunia luar.

Masa remaja menurut Mappiare (1982), berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun. Menurut WHO, individu dianggap telah dewasa apabila telah mencapai usia 15-20 tahun. pada usia ini umumnya anak sedang duduk di bangku sekolah menengah. Remaja yang berada di bangku Sekolah pada umumnya menghabiskan tujuh jam dalam sehari di sekolahnya. Hal ini berarti bahwa hampir sepertiga dari waktunya setiap hari dilewatkan remaja di sekolah. Sehingga lingkungan sekolah juga menjadi pengaruh terhadap perkembangan remaja. Namun melihat situasi saat ini di mana remaja sebagai pengguna terbanyak media sosial khusunya Instagram yang hampir menghabiskan waktunya dalam sehari untuk terus aktif di media sosial. Hal ini dapat mengganggu aktifitas belajar para remaja.

Jiwa remaja yang masih labil dan emosional sering salah dalam menafsirkan apa yang mereka dapatkan terutama di media sosial. Hal ini dikarenakan, remaja adalah masa transisi dari periode anak ke dewasa. Selain itu juga, remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang dewasa, sehingga remaja ada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu remaja seringkali dikenal dengan fase “mencari jati diri”. Keadaan seperti demikian menjadikan remaja sebagai ajang coba-coba dari apa yang ditawarkan mereka melalui media sosial tersebut yang kemudian memunculkan perubahan pada diri remaja entah itu bersifat negatif atau positif.

Maka dari itu, masa remaja adalah masa penting bagi pembentukan identitas dan perubahan fisik serta kognitif yang terjadi dalam fase hidup remaja yang dapat memberikan dampak besar pada diri remaja yang sedang berkembang. Terkait bagaimana penggunaan Instagram memiliki dampak pada remaja ini pun banyak dibahas. Hal ini mengartikan bahwa sosial media terutama Instagram dalam penggunaannya memiliki peran yang menggeser budaya masyarakat tidak hanya dalam berinteraksi sosial.

Contoh seperti Pelajar SMP atau SMA saat ini, banyak sekolah yang menginzinkan membawa handphone dan tidak adanya larangan untuk para siswa-siswi untuk membawa handphone ke sekolah. Hal ini bisa menggangu konsentrasi belajar siswa-siswi karena sibuk untuk melihat notifications yang masuk pada handphone-nya atau sekedar melihat status teman, unggahan foto, video, dan lainnya. Dilihat dari penggunaan sosial media khususnya Instagram di kalangan remaja lebih mengarah kepada gejala yang menunjukan penggunaan Instagram sebagai media dalam membentuk identitas diri remaja.

Namun yang dilihat sekarang ini dalam penggunaan Instagram secara tidak langsung para remaja lupa akan nilai sosial, budaya serta agama yang mereka miliki. Dengan meng-upload foto, video tentang segala kegiatan mereka bersama keluarga atau teman-temannya bisa jadi terdapat hal yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam konten foto atau video yang di upload. Setiap individu khususnya remaja melakukan konstruksi atas diri mereka dengan cara menampilkan diri, sehingga identitas yang muncul adalah penggambaran apa yang sebenarnya menjadi keinginan dan juga untuk memenuhi kebutuhan pengakuan sosial.

Selain itu remaja juga lebih asik dengan handphone-nya untuk bermain sosial media sehingga acuh terhadap keadaan lingkungan sekitar dan menyita waktunya yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, beribadah, dan lainnya. maka tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial terutama Instagram telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan remaja saat ini. Hal tersebut tentunya membuat Instagram memiliki peran yang secara tidak langsung dapat membentuk identitas diri seorang remaja.

Penulis : Bildah Mutiara

Editor : Inez Eleazar Masud


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *