Suara Basuri Mengubah Jalanan Menjadi Panggung Musik 

Ketika Bus Lebih Menarik dari Drakor 

Ketertarikan pada suara basuri mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, namun bagi para penggemarnya justru menjadi hiburan dan ada kepuasan tersendiri baginya. Padahal, sudah banyak sekali suara basuri yang menyebar dan dapat langsung mendengarnya di media sosial, tetapi tetap saja penggemar basuri memilih menunggu bus lewat untuk mendengarkan instrumen lagu dari bus tersebut. Selain itu, basuri bukan sekadar klakson biasa pada umumnya, melainkan instrumen kustom pada bus lokal yang mengiringi lagu-lagu dalam bentuk instrumental. Awalnya, sebelum ada demam basuri ini terdapat tren “om telolet om” yang terjadi pada tahun 2016 yang beregenerasi menjadi budaya baru di kalangan maniak bus.

Antusiasme Para Penggemar Basuri

Tidak jauh berbeda dengan telolet, basuri digemari dari kalangan muda sampai dengan dewasa. Para penggemar basuri ini kerap kali menunggu hingga berburu di pinggiran jalan raya hanya untuk mendengarkan, merekam, dan meminta stiker bus kegemaran mereka. Unik merupakan kata tepat untuk mereka, karena dengan hal tersebut sudah menjadi kebahagiaan tersendiri tercipta konsep bahagia itu sederhana. Dengan merekam momen yang mereka ambil lalu mengunggah video tersebut ke media sosial seperti tiktok, x, instagram, hingga youtube membuat tren basuri ini terus berkembang hingga sekarang.

Strategi Bisnis Para Pemilik Bus

Melihat tingginya antusiasme masyarakat terhadap basuri ini, para pengusaha dan pemilik bus pun saling berlomba-lomba untuk menarik perhatian dengan melakukan berbagai modifikasi pada armada mereka. Sehingga, mereka menambah hingga mengganti spare part bus agar tampil lebih unik dan keren, memadukan warna serta stiker terkenal untuk menciptakan ciri khas yang mudah dikenali, hingga memberi nama khusus pada setiap bus seperti Agung Channel, Pinocio, Rahmah, Princess Nayla, Daun Kelor, dan lainnya. Selain itu, para sopir dan kru bus juga aktif membuat akun media sosial khusus untuk para penggemar, sekaligus membuat komunitas grup whatsapp untuk memberikan jadwal keberangkatan mereka untuk menarik perhatian mereka dan memberikan stiker bus sebagai kenang-kenangan untuk para penggemar.

Bukan Fans K-Pop Melainkan Fans Bus

Selain itu, banyak penggemar basuri ini sampai mengikuti trip perjalanan yang disedikan setiap pemilik bus hanya untuk mendengarkan dan menikmati suara basuri secara langsung. Di sisi lain, mereka juga bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan serta suasana di tempat tujuan yang terciptanya rasa kebahagiaan bagi mereka. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan keseruan mendengar basuri, tetapi juga bonus perjalanan yang menyenangkan, ibaratnya sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tak heran, perjalana mereka pada akhirnya menjadi kegiatan favorit yang selalu mereka nantikan setiap ada kesempatan untuk menaiki bus idaman sampai menabung.

Di Balik Keseruan Basuri: Antara Hiburan atau Risiko

Peristiwa unik ini membuat anak-anak hingga dewasa merasa lebih bahagia walau sederhana. Kehadiran komunitas penggemar yang terbentuk karena viralnya basuri di media sosial memberi ruang bagi mereka untuk merasakan kebersamaan dan dapat bersosialisasi antara satu sama lain. Meski demikian, dampak negatif juga tidak bisa diabaikan, karena hal ini juga mengganggu aktivitas sekolah hingga pekerjaan karena terlalu fokus untuk berburu bus, dan juga mengganggu masyarakat akibat suara bising dari teriakan penggemar meminta basuri juga suara basurinya yang nyaring. Kekhawatiran terbesar ialah keselamatan bagi mereka juga karena suka mengiringi bus dengan membawa kendaraan bermotor apalagi kebanyakan penggemar ini dibawah 18 tahun yang sangat jelas membahayakan mereka. Karena itu, peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam mengawasi kegiatan anak, hiburan memang baik untuk kebahagiaan mereka, tetapi keselamatan dan pendidikan tetap nomor satu alias prioritas utama. 

By Nailah Salwa Aulia


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *