ENTERTAINMENT DAN TIPS : Mengapa musik menjadi “Napas” utama bagi Gen Z?

Bagi Generasi Z, musik bukan lagi sekadar suara latar yang mengisi keheningan atau menemani perjalanan. Musik telah menjadi bagian integral dari keseharian mereka menjadi ruang aman, identitas, mekanisme koping, sekaligus cara memahami diri. Tumbuh di era digital, Gen Z menikmati akses instan ke jutaan lagu, video musik, hingga konten audio lainnya, yang kemudian membentuk hubungan emosional yang lebih personal dengan musik dibanding generasi sebelumnya.

Laporan Spotify Advertising Culture Next Report menunjukkan bahwa Gen Z memanfaatkan musik sebagai bahasa emosional untuk memproses perasaan yang sulit diungkapkan, sekaligus membangun komunitas yang membuat mereka merasa dipahami. Platform seperti Spotify, YouTube Music, dan TikTok menjadikan musik bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang interaksi sosial. Ketika sebuah lagu viral di TikTok, nilai yang penting bukan hanya iramanya, tetapi juga narasi emosional di baliknya. Lagu bahkan dapat menjadi simbol atau “kode sosial” yang menghubungkan mereka dengan orang-orang yang merasakan hal serupa. Inilah yang membuat musik menjadi sarana penting bagi Gen Z untuk membangun sense of belonging.

Musik sebagai Cerminan Identitas Gen Z

Berbeda dengan generasi yang tumbuh bersama kaset atau CD, Gen Z mendefinisikan selera musiknya melalui algoritma. Rekomendasi otomatis menciptakan pengalaman mendengarkan yang sangat personal. Fitur seperti Spotify Wrapped bahkan berfungsi sebagai “cermin digital” yang menggambarkan diri mereka melalui artis, genre, atau lagu yang paling sering diputar.

Bagi Gen Z, preferensi musik bukan sekadar selera, tetapi bagian dari identitas. Musik menjadi medium ekspresi yang menyuarakan kecemasan, kebanggaan, luka batin, hingga aspirasi. Ketika musisi membahas isu kesehatan mental atau persoalan sosial, Gen Z merasa pengalaman mereka tervalidasi seolah ada yang memahami apa yang mereka rasakan.

Musik sebagai Mekanisme Koping

Berbagai studi psikologi menunjukkan bahwa musik memiliki dampak besar terhadap regulasi emosi. Penelitian dari Jurnal Psikologi Universitas Airlangga menemukan bahwa musik dapat menjadi mekanisme koping efektif yang menurunkan stres dan meningkatkan stabilitas emosional mahasiswa. Hal ini sejalan dengan pengalaman banyak Gen Z: musik menjadi alat untuk menata emosi di tengah tekanan akademik, sosial, dan keluarga. Genre seperti lo-fi, ambient, atau instrumental sering dipilih untuk belajar, fokus, atau meditasi. Ritme yang sederhana membantu menenangkan sistem saraf dan menurunkan kadar stres. American Psychological Association (APA) juga menegaskan bahwa musik berperan penting dalam perkembangan kognitif dan kesehatan mental remaja mulai dari meningkatkan konsentrasi hingga kemampuan memecahkan masalah.

Fenomena “Main Character Energy”

Fenomena khas Gen Z ini menggambarkan bagaimana musik menjadikan momen-momen harian terasa lebih bermakna. Saat mendengarkan lagu sambil memandang keluar jendela bus atau kereta, mereka menciptakan narasi internal yang membuat hidup terasa seperti film. Musik memberi ritme pada aktivitas yang monoton sehingga momen sederhana menjadi lebih hidup. Fenomena ini menunjukkan kebutuhan Gen Z untuk merasakan kendali dalam dunia yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian.


Musik sebagai Ruang Aman Gen Z

Secara keseluruhan, musik bagi Gen Z adalah bahasa emosional yang menghubungkan pikiran, perasaan, dan dunia sosial. Musik menjadi jembatan antara identitas dan komunitas, serta alat untuk bertahan di tengah tuntutan modern. Dengan pemanfaatan yang tepat memilih playlist yang sesuai suasana hati, menerapkan active listening, hingga menghindari mood-looping musik dapat membantu menjaga kesehatan mental, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat pemahaman diri.Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, musik hadir seperti teman setia yang selalu ada untuk menemani tanpa banyak kata. Itulah mengapa, bagi banyak Gen Z, musik bukan sekadar suara, tetapi napas yang membuat hidup terasa lebih hidup.

By Ghazy Muhammad Nasukha


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *