Bagaimana Trans7 Mempertahankan Daya Saing di Era Digital lewat Program Arisan

Perkembangan teknologi digital membuat industri televisi menghadapi persaingan yang semakin ketat. Banyak masyarakat kini beralih ke platform digital seperti YouTube, TikTok, Netflix, Instagram atau Disney+ Hotstar. Akibatnya, perilaku menonton berubah dan televisi tidak lagi menjadi sumber hiburan utama. Meskipun begitu, beberapa stasiun televisi masih mampu bertahan. Salah satunya adalah Trans7 melalui program kuis Arisan yang berhasil meraih rating tinggi sejak awal penayangannya.

Peluang di tengah Persaingan

Keberhasilan Arisan menunjukkan bahwa Trans7 mampu membaca perubahan perilaku penonton digital dan mengadaptasinya ke format televisi. Program ini hadir ketika acara kuis atau gameshow kurang diminati dan sering kalah dari sinetron prime time. Namun, Trans7 melihat peluang di segmen hiburan ringan yang belum dimaksimalkan kompetitor. Sebelum Arisan, program seperti Dream Box Indonesia (Trans TV), Super Deal (GTV), atau Family 100 (MNCTV) memang mengisi slot kuis di televisi, tetapi sebagian tidak konsisten menembus 20 besar rating. Family 100 menjadi satu-satunya pengecualian karena sudah dikenal lama dan punya basis penonton tetap. Dalam situasi itu, Trans7 memilih meluncurkan Arisan pada awal 2023, tepat di jam super prime time pukul 20.30. Keputusan ini terbilang berisiko karena  Arisan langsung berhadapan dengan sinetron unggulan dan tayangan sepak bola yang notabene punya daya tarik besar di jam tersebut.

Strategi Program dan Produksi

Konsep Arisan berbeda dari kuis tradisional. Formatnya lebih santai, dipadukan dengan unsur komedi dari host Surya Insomnia, Kenta, Dustin Tiffani dan kapten tim yang berasal dari kalangan artis atau komedian. Peserta yang umumnya ibu-ibu memberi warna khas melalui interaksi yang lucu dan spontan. Selain itu, segmen seperti “Gocek Terus”, “Apa Hayo”, atau “Tebak Gambar” membuat acara terasa ringan dan tidak terduga. Unsur komedi yang kuat ini menjadi pembeda utama dibandingkan kuis lain yang umumnya berlisensi internasional dan tidak bisa diubah secara bebas.

Disisi lain, keputusan menjadikan Arisan sebagai in-house production memberi kebabasan bagi tim untuk berinovasi. Tanpa keterikatan lisensi, tim dapat menyesuaikan gaya humor, alur, dan segmen dengan karakter penonton Indonesia. Fleksibilitas ini selaras dengan identitas Trans7 yang sejak lama kuat di program komedi, seperti Opera Van Java dan Lapor Pak. Dengan memadukan elemen komedi khas stasiun dan tren hiburan ringan yang banyak disukai penonton digital, Trans7 mampu menghasilkan program yang terasa baru meskipun tetap berakar pada gaya humor mereka sendiri.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana stasiun televisi dapat menggabungkan tradisi dan inovasi dalam satu format. Arisan hadir sebagai program yang tidak terlalu berat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebiasaan menonton masyarakat sekarang. Kemampuan untuk melakukan penyesuaian cepat pada segmen dan dinamika program menjadi salah satu faktor yang membuat acara ini lebih luwes dibandingkan kuis berlisensi yang formatnya cenderung kaku.

Hasil dan Penguatan di Media Digital

Dari sisi performa, perkembangan rating Arisan mulai terlihat beberapa bulan setelah penayangan perdana. Pada awalnya, acara ini belum berhasil masuk 20 besar daftar rating nasional. Namun, grafik penonton meningkat secara konsisten. Setelah Ramadan 2023, Arisan mulai menembus 10 besar dan menjadi salah satu program non-drama yang mampu bersaing di jam prime time. Berdasarkan laporan Salatiga Terkini, pada akhir 2023 Arisan berada di posisi ke-4 rating nasional, mengungguli beberapa sinetron populer. Pencapaian ini cukup signifikan mengingat dominasi sinetron di jam tayang tersebut.

Dari perspektif manajemen media, pencapaian ini memperlihatkan kemampuan Trans7 dalam beradaptasi menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat. Penonton masa kini cenderung memilih hiburan yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan Arisan memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, Trans7 juga memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi. Cuplikan momen lucu dari acara sering dibagikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube, sehingga menjangkau penonton yang lebih luas dan mendorong minat untuk menonton versi televisinya.

Disini terlihat bahwa integrasi antara tayangan televisi dan distribusi digital menjadikan Arisan tidak hanya bergantung pada rating konvensional, tetapi juga pada engagement di media sosial. Kolaborasi dua medium ini membantu memperkuat posisi Trans7 di era digital. Kesuksesan Arisan kemudian menunjukkan bahwa televisi tetap dapat bersaing selama mampu membaca preferensi penonton dan mengembangkan format yang relevan.

by: Nazwa Ismayanti


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *