Penurunan Fertilitas, Jadi Alarm Demografi Indonesia

Angka kelahiran di Asia Timur terus merosot tajam. Salah satunya di Korea Selatan, yang kini mencatat fertility rate hanya 0,72 terendah di dunia. Indonesia memang belum sampai ke titik itu. Namun, trennya bergerak ke arah yang sama.

Bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelahiran di Indonesia pada 2023 hanya sekitar 4,62 juta jiwa. Angka ini turun 0,6 persen dari tahun sebelumnya dan 6,6 persen lebih rendah dibanding 2013. Dalam satu dekade terakhir, penurunan ini terjadi secara konsisten. Puncak kelahiran terakhir bahkan tercatat pada 2020.

Saat ini, Tingkat Fertilitas Total (TFR) Indonesia berada di angka 2,14 anak per perempuan. Jika tren ini berlanjut, TFR diperkirakan turun menjadi 1,97 pada 2045. Angka tersebut sudah berada di bawah replacement level, yaitu kondisi ketika generasi baru tidak lagi cukup untuk menggantikan generasi sebelumnya. Akibatnya, potensi bonus demografi bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Penurunan fertilitas juga membawa dampak sosial dan ekonomi. Di satu sisi, jumlah anak yang makin sedikit dapat meningkatkan beban perawatan orang tua di masa tua karena jumlah generasi muda yang menopang berkurang. Di sisi lain, sektor pendidikan dan industri kebutuhan anak berpotensi melambat. Sebaliknya, sektor kesehatan dan layanan lansia justru akan tumbuh pesat. Pergeseran ini membuat pemerintah perlu menyesuaikan arah kebijakan, dari pembangunan populasi menuju peningkatan kualitas manusia.

Para ahli menilai tren ini bukan sekadar soal angka. tetapi, penurunan fertilitas mencerminkan perubahan sosial yang lebih dalam. Biaya hidup yang meningkat, partisipasi perempuan di dunia kerja, dan pergeseran nilai keluarga membuat banyak pasangan menunda atau membatasi jumlah anak. Tanpa reformasi kebijakan yang tepat, seperti dukungan bagi keluarga muda, sistem kerja fleksibel, dan jaminan sosial yang kuat, penurunan fertilitas dapat menggerus fondasi tenaga kerja produktif, menambah beban ekonomi, dan mempercepat proses penuaan penduduk.

Source:

https://dataindonesia.id/varia/detail/data-proyeksi-jumlah-kelahiran-di-indonesia-hingga-2023?utm_source=chatgpt.com

https://edition.cnn.com/2024/03/20/health/global-fertility-rates-lancet-study

By Intan Sri Rahayu Rizqi


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *