Lingkaran Pertemanan merupakan cerminan car akita berbicara. Lingkaran pertemanan kita, baik itu di dunia nyata atau dunia maya, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap cara kita berkomunikasi. Tanpa kita sadari, gaya bicara seseorang sedikit banyak mirip dengan teman-teman terdekat kita. Jelas hal ini bukanlah suatu kebetulan.
Bagaimana lingkaran pertemanan membentuk cara kita berkomunikasi?
Dalam berinteraksi dengan lingkup terdekat kita, seringkali kita meniru atau terbawa bagaimana lingkup tersebut berkomunikasi, penyerapan bahasa dan istilah seperti contohnya, kata gaul yang mana kita cenderung mengadopsi kata-kata gaul atau slang yang sering digunakan oleh teman-teman kita. Hal ini membuat kita merasa lebih diterima dan menjadi bagian dari kelompok. Kemudian, bahasa tubuh seperti cara kita berdiri, gestur tangan, dan ekspresi wajah juga bisa terpengaruh oleh lingkungan pertemanan. Kita cenderung meniru gaya komunikasi non-verbal teman-teman kita.
Topik pembicaraan seperti, minat dan hobi dimana percakapan kita sehari-hari akan didominasi oleh topik-topik yang sama dengan minat dan hobi teman-teman kita. Juga, pengalaman bersama, pengalaman bersama dengan teman-teman akan membentuk ingatan dan cerita bersama yang menjadi topik pembicaraan yang menarik.
Norma sosial juga membentuk cara berinteraksi, lingkaran pertemanan mengajarkan kita bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain secara sopan, tegas, atau bahkan humoris. Tingkat formalitas, lingkungan pertemanan yang berbeda akan memiliki tingkat formalitas yang berbeda pula, sehingga mempengaruhi cara kita berbicara dalam situasi formal maupun informal.
Cara menyampaikan pendapat seperti argumen, teman-teman kita dapat mengajarkan kita cara menyampaikan pendapat dengan baik, baik itu secara persuasif, kritis, atau diplomatis. Mendengarkan, lingkungan pertemanan yang mendukung akan mendorong kita untuk menjadi pendengar yang baik dan menghargai pendapat orang lain.
Contoh nyatanya adalah remaja, remaja yang sering berkumpul dengan teman sebaya cenderung menggunakan bahasa gaul yang sedang tren dan membahas topik-topik seperti musik, fashion, dan hubungan sosial. Mahasiswa, mahasiswa yang aktif dalam organisasi akan memiliki kosakata yang lebih luas dan kemampuan berbicara di depan umum yang lebih baik. Dan juga, professional yang bekerja di lingkungan yang formal akan cenderung menggunakan bahasa yang lebih baku dan sopan dalam komunikasi sehari-hari.
Kesimpulannya adalah lingkaran pertemanan adalah cerminan dari cara kita berkomunikasi. Melalui interaksi dengan teman-teman, kita belajar bahasa baru, mengembangkan gaya bicara, dan membentuk cara pandang kita terhadap dunia. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih teman-teman yang positif dan mendukung pertumbuhan kita.
Penting untuk diingat, meskipun lingkaran pertemanan memiliki pengaruh yang besar, kita tetap memiliki kebebasan untuk mengembangkan gaya komunikasi kita sendiri. Dengan terus belajar dan berlatih, kita bisa menjadi komunikator yang efektif dan disukai banyak orang.
Penulis: Muhammad Shidqi Aldiansah

Leave a Reply