Masa kini, seseorang yang mengikuti kajian sudah dianggap seperti sosok yang alim sekali. Padahal realitanya ya belum tentu benar, beberapa dari mereka yang mengikuti kajian untuk menenangkan diri atau sekedar ingin mencari kegiatan positif yang bisa diisi saat merasa kehidupan yang dijalani sedang tidak baik-baik saja. Mengikuti kajian bukan persoalan aneh semestinya, namun mengapa saat ini seolah menjadi hal tabu yang bernilai spesial sekali ya. Bahkan muncul istilah baru yakni pada tiktok yang dikenal dengan sebutan fear of missing out (FOMO). Mengikuti kajian dinilai hanya sebatas fomo, miris sekali remaja saat ini yang menilai seperti itu dikarenakan beberapa pihak saja.
Topik fomo ikut kajian ini bahkan menjadi pembahasan yang disampaikan oleh Kadam Siddik saat melaksanakan sharingtimewithUHA atau kajian bersama Ustadz Hanan Attaki. Kajian ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Oktober 2024 di Kota Bekasi pukul 19.00-21.30 WIB. Dihadiri banyak remaja bahkan orang tua dengan total peserta 980.
Mari kenalan dengan istilah FOMO
Fomo adalah sikap atau perilaku seseorang yang merasakan kekhawatiran dan cemas berlebihan akan tertinggal informasi dan kegiatan tertentu. Berawal dari melihat teman atau dari media sosial, seperti Instagram, tiktok, twitter yang menjadi tempat untuk mencari informasi atau hiburan oleh masyarakat. Fomo memiliki dampak baik ke ranah positif atau negatif, tergantung bagaimana seseorang bisa menyikapi dan memilih trend yang sedang ramai di media sosial. Tak selamanya fomo memiliki dampak negatif, terkadang fomo memiliki dampak positif dari beberapa trend yang akhir-akhir ini muncul di media sosial. Salah satunya yakni fomo ikut kajian, mendapatkan ilmu dan ruang lingkup yang positif.
FOMO untuk motivasi positif
Tak selamanya fomo pada trend tertentu mengakibatkan perilaku negatif, seperti self-harm atau anxiety disorder. Jika individu dapat menelaah mana fomo yang semestinya aku ikuti dan mana fomo yang sebaiknya aku hindari atau batasi akan meminimalisir ke hal negatif. Kelola dengan baik dan pilah trend tertentu akan membentuk motivasi untuk berkembang dan belajar dengan lebih baik lagi.
Menciptakan peluang baru dengan fomo?
Yaa dalam konteks fomo ikut kajian ini, ada loh beberapa hal yang bisa jadi peluang dari tiap individu dalam mengembangkan diri dan bakatnya. Sebagai berikut nih teman-teman:1. Tercipta relasi yang positif
Saat lelah dengan relasi yang menurut kamu toxic? Mengikuti trend kajian ini menjadi hal yang tepat banget. Kajian tidak hanya sebuah kegiatan loh, tapi juga dapat menciptakan dan membuat kamu bertemu dengan orang yang memiliki tujuan sama yakni mencari ilmu di kegiatan kajian. Bahkan dengan adanya kajian yang diisi diskusi antara ustadz dengan jamaah, menjadi bukti nyata bagaimana bentuk relasi positif dengan bertukar pikiran tanpa adanya menyudutkan salah satu pihak. 2. Menemukan minat dan passion
FOMO dengan mengikuti kajian tertentu bisa membuat kamu paham dengan topik-topik baru yang mungkin saja relevan dengan kehidupan. Setelah memahami topik tersebut maka dapat membuka peluang untuk belajar lebih dalam atau bahkan membentuk semangat kamu untuk mengembangkan karier. Contoh saja, saat sesi Q&A topik yang dibahas mengenai toxic lingkungan kerja. Dan kamu related banget dengan topik ini, kamu pahami sebaik mungkin dan akhirnya membentuk pola pikir baru bagaimana dan strategi apa yang harus dilakukan dalam bertahan di lingkungan kerja yang toxic. 3. Memicu untuk memperbaiki diri
Dengan fomo ikut kajian, beberapa dari individu yang merasa tidak baik semakin terbuka pikirannya untuk memperbaiki diri, dengan mendengarkan inspirasi yang disampaikan oleh ustadz atau orang lain. Inspirasi yang disampaikan memotivasi untuk memperbaiki diri seperti cara berpikir, tidak suudzon dengan takdir, dan lainnya.
Jadi gapapa banget kok fomo ikut kajian, karena memiliki peranan penting di kehidupan yang semakin ada-ada saja ini. Jika kamu tertarik mengikuti trend positif, lakukan saja dan tidak perlu mengkhawatirkan pendapat orang di sekeliling kamu ya.
Penulis: Hanifah Azzah
Editor: Salsa Utami

Leave a Reply