Media mengalami kemajuan besar di era kebebasan informasi. Perkembangan teknologi ponsel pintar atau smartphone menunjukkan hal ini. Cara orang berkomunikasi secara bertahap berubah seiring kemajuan teknologi. Media digital yang sangat beragam telah berkembang dari model komunikasi lama seperti telepon dan surat.
Media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya, serta platform obrolan seperti WhatsApp, Telegram, dan lainnya terbukti memberi kemudahan bagi kita untuk memperoleh berita dan informasi dibandingkan akses melalui media konvensional diantaranya televisi, radio, koran dan majalah. Biaya yang relatif lebih murah juga menjadikan media baru sebagai primadona pemuas kebutuhan akan informasi dan komunikasi bagi setiap individu heterogen.
Kekuatan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan berita dan informasi didukung oleh banyak hal menarik yang membuatnya nyaman bagi semua orang khususnya mahasiswa. Media sosial awalnya digunakan untuk berbagi informasi sederhana, seperti mengunggah foto, berkomunikasi dengan kerabat, dan update status. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peran ini telah berkembang menjadi media opini dan bahkan menjadi alat untuk menyebarkan kebencian. Selain itu, media sosial menjadi tempat “berseliweran” hoaks, atau informasi yang tidak dapat dipercaya.
Menurut National Leadership Conference on Media Education menyatakan literasi media sebagai kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam pelbagai bentuknya.
Perlu diketahui bahwa Kemampuan literasi media dapat diukur dengan menggunakan Individual Competence. Individual Competence terbagi menjadi 2, yaitu
- Personal competence, yaitu kemampuan seseorang dalam menggunakan media dan menganalisis konten-konten media. Personal competence ini terdiri dari dua kriteria, yaitu:
- Technical skills, yaitu kemampuan teknik dalam menggunakan media. Artinya, seseorang mampu mengoperasikan media dan memahami semua jenis instruksi yang ada didalamnya.
- Critical understanding, yaitu kemampuan kognitif dalam menggunakan media seperti kemampuan memahami, menganalisis dan mengevaluasi konten media.
- Social Competence, Kemampuan sosial adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan membangun relasi sosial melalui media serta membuat konten melalui media. Kemampuan sosial terdiri dari kemampuan komunikasi dan partisipasi, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi dan berpartisipasi melalui media. Kemampuan komunikasi ini juga mencakup kemampuan untuk membangun relasi sosial dan berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat melalui media. Kemampuan komunikasi ini juga mencakup kemampuan untuk membina relasi sosial dan berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat melalui media.
Bagaimana cara menjelaskan kepada mahasiswa?
- Mengundang instansi atau komunitas media yang berhubungan dengan hal tersebut. Seperti contoh Siberkreasi, siberkreasi adalah ruang public di media sosial yang bertujuan untuk membuat literasi media kepada semua pihak agar tidak ada yang memakan mentah-mentah berita yang muncul
- Mengundang Komunitas Mafindo. Komunitas ini juga sama seperti Siberkreasi, namun yang menjadi pembeda adalah komunitas ini langsung mengklarifikasi setiap berita yang mengandung hoaks, ujaran kebencian dan-lain-lain. Hal ini sangat membantu mahasiswa untuk bisa melihat beberapa berita yang memang benar sumbernya atau hoaks.
Hal ini perlu dilakukan literasi media kepada para pengguna media sosial khususnya mahasiswa untuk lebih mengetahui dan belajar agar tidak mudah termakan berita-berita yang belum jelas asal sumbernya.
Penulis: M Taufik Fadhillah
Editor: Rafi Fatawa Putra

Leave a Reply