Marissa Haque seorang aktris senior dan politisi, meninggal dunia pada Rabu, 2 Oktober 2024 jam 00.43 WIB di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Istri Ikang Fawzi ini menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 61 tahun. Soraya Haque, saudara perempuan Marissa Haque, menduga bahwa Marissa Haque wafat karena henti jantung.
Lalu seberapa bahaya henti jantung dan bagaimana cara mengetahui tanda-tanda atau gejalanya?
Marissa Grace Haque adalah seorang aktris dan juga politisi yang memulai karirnya sebagai Bintang film. Selain itu ia sudah berperan dalam beberapa film layar lebar, di antaranya drama romantis seperti Tinggal Landas Buat Kekasih (1984) dan Biarkan Bulan Itu (1986). Berkat tampil mengesankan dalam kedua film itu, dia meraih penghargaan Piala Citra di Festival Film Indonesia.
Marissa resmi menjadi pasangan Ikang Fawai pada tanggal 3 Juni 1986. Mereka pertama kali bertemu saat berakting sebagai pemeran pendukung dalam film “Tinggal Landas Buat Kekasih” (1984) garapan Sophan Sophian. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan bernama Isabella Muliawati Fawzi dan Chikita Fawzi.
Selain menjadi aktris, Marissa juga mengawali karier politiknya sebagai anggota DPR pada tahun 2004 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk daerah pemilihan Jawa Barat II, yang meliputi Kabupaten Bandung.
Sebagai informasi, Marissa Haque meninggal dunia pada Rabu, 02 Oktober 2024 pukul 00.42 WIB. Saat itu Ikang Fawzi mendapati istrinya sudah tak bergerak lagi di tempat tidur.
Sementara itu, Syahnaz Haque, adik dari almarhum Marissa Haque, menyatakan bahwa kakaknya diyakini telah meninggal karena henti jantung. Sebelum meninggal, Marissa disebut dalam kondisi sehat, tidak sakit, dan sempat memberikan kuliah kepada mahasiswanya.
“kakak saya nggak punya riwayat jantung. Tiroid iya, Jantung nggak. Maka asumsi kami, henti jantung.” Kata Syahnaz Haque di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (2/10,2024) dikutip dari Tribun Seleb.
Seberapa bahaya henti jantung?
Melansir dari Mayapada Hospital, Henti jantung atau Sudden Cardiac Arrest adalah kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba dari aktifitas normal, disertai dengan kolaps hemodinamik yang disebabkan oleh masalah jantung. Artinya jantung tidak berfungsi dengan optimal. Darah akan berhenti dipompa dari jantung menuju organ vital lainnya, seperti otak, hati, dan paru-paru. Akibatnya, kondisi ini membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas, tidak sadarkan diri, atau bahkan terhentinya pernapasan.
Gejala dan tanda-tanda henti jantung mendadak:
- Tiba-tiba tubuh ambruk.
- Tidak terdeteksi denyut nadi.
- Tidak bernapas.
- Kehilangan kesadaran.
Henti jantung dapat disebabkan oleh adanya irama jantung yang tidak normal. Hal ini dapat terjadi ketika sistem kelistrikan jantung yang tidak bekerja secara tepat. Sistem kelistrikan jantung berfungsi untuk mengontrol kecepatan dan ritme detak jantung. Apabila terjadi gangguan, detak jantung dapat berubah menjadi lebih cepat atau lebih lambat. Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya henti jantung, seperti:
- Riwayat Penyakit Jantung
- Kebiasaan Merokok
- Diabetes
- Hipertensi
- Obesitas
- Pola hidup tidak sehat
Henti jantung adalah keadaan yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan gangguan aliran darah, kerusakan, dan dalam beberapa kasus kematian dalam hitungan menit jika tidak ditangani.
Agar terhindar dari risiko henti jantung, disarankan untuk melakukan pemeriksaan jantung secara berkala.
Penulis : Alfira Triana Perdika
Editor : Nivaldi

Leave a Reply