TEKNIK PROMOSI FILM “TRANSFORMERS ONE (2024)” BUMBLEBEE MENYAPA FANS TIKTOK

Dalam distribusi sebuah film, kita biasa melihat poster-poster film yang akan ditayangkan di berbagai tempat. Dimulai dari baliho, iklan di halte bus atau kereta, hingga merchandise film di makanan. Dalam prakteknya, penyebaran film-film ini telah melalui berbagai macam perkembangan medianya. Dulu biasanya poster-poster film yang akan tayang akan terpasang berupa banner besar yang menempel di gedung luar bioskop. Sekarang, perusahaan industri film lebih menyukai penyebaran film melalui media sosial. Kegiatan tersebut biasa kita kenal dengan promosi. Promosi merupakan serangkaian kegiatan komunikasi dan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk memperkenalkan, menginformasikan, dan mempengaruhi target audiens mengenai suatu produk, layanan, atau merek. Tujuan utama promosi adalah untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan pada akhirnya mendorong tindakan pembelian atau penggunaan dari apa yang dipromosikan.

Promosi yang efektif dan terencana dengan baik sangat penting untuk kesuksesan sebuah film. Bahkan film terbaik pun bisa gagal di tengah banjirnya pilihan film-film yang tersedia saat ini jika tidak memiliki rencana promosi yang efektif. Selain meningkatkan kesadaran dan minat di antara calon penonton, promosi yang efektif juga menghasilkan buzz dan antisipasi, yang dapat meningkatkan penjualan tiket dalam beberapa hari pertama rilis dan aspek penting dalam menentukan kesuksesan jangka panjang box office. Selain itu, sasaran audiens dalam film juga sangat berpengaruh dengan kegiatan promosi. Biasanya sasaran audiens film dibagi berdasarkan usia penonton. Jika film menargetkan suatu usia penonton, maka cara promosinya pun akan berbeda. Contohnya film untuk anak biasanya promosinya dengan cara berkejasama dengan produk susu, sedangkan untuk usia remaja dan dewasa poster film akan ada di halte atau stasiun.

Dengan berkembangnya media sosial, bentuk promosi film menjadi semakin menarik dan kreatif. Salah promosi yang menarik perhatian banyak orang adalah film transformers one. Film transformers one di produksi oleh studio Paramount Pictures dan Hasbro dan disutradarai oleh Josh Cooley yang sebelumnya sempat menyutradarai film Toy Story 4. Film ini merupakan film trasformers layar lebar ke-8 yang dirilis oleh Paramaount Picture yang sebelumnya disutradarai oleh Michael Bay. Visual film ini berupa animasi dan tidak adanya karakter manusia merupkan pembeda dari film-film adaptasi transformers sebelumnya. Dengan berlatar prequel, film ini bercerita tentang asal-muasal lahirnya konflik tak berujung dan merupakan perseteruan paling ikonik dalam seluruh cerita transformers yaitu autobot melawan decepticons. Diceritakan bahwa pemimpin dua rival tersebut yakni Orion Pax (Optimus Prime) dan B-16 (Megatron) merupakan sahabat dan rekan tim. Pada masa planet cybertron telah kehilangan sumber energi melimpahnya yakni matrix of leadership akibat pertempuran dengan musuh mereka Quintossa, sehingga menjadikan mereka berdua dan penduduk lainnya melakukan tambang. 

Ambisi yang kuat dan rasa percaya diri yang tinggi membuat Orion Pax menjadi sosok yang sembrono dan tidak taat aturan sehingga membuatnya dan B-16 berpetualang yang pada akhirnya memicu konflik diantara mereka berdua. Di samping itu, turut juga karakter-karakter ikonik transformers lainnya seperti Bumblebee, Elita-1 yang menemani petualangan mereka. Film ini diisi oleh aktor-aktor berkelas yang aktingnya dapat dirasakan meski hanya melalui suara seperti Chris Hemsworth, Brian Tyree Henry, Scarlett Johansson, Keegan-Michael Key.

Pada akun resmi transformers di tiktok bernama @transformersmovie, pihak Paramount mengunggah video promosi yang sangat unik. Video tersebut menampilkan Bumblebee yang sedang melakukan live tiktok sambil juga membacakan komentar-komentar penonton. Pihak studio juga menampilkan candaan-candaan yang berkaitan dengan film-film sebelumnya contohnya ketika ada yang berkomentar bahwa bumblebee bisa bicara yang dimana pada dimasa depan dia akan kehilangan kemampuan berbicaranya sebagaimana yang diperlihatkan pada film-film sebelunya tetapi karna film ini merupakan prequel jadi bumblebee terlhat bingung dan mengatakan bahwa ia selalu bisa berbicara. Bentuk promosi ini merupakan bentuk promosi yang efektif karna selain mencoba menarik audiens dari Tiktok, studio juga berupaya mengikuti trend berupa live tiktok yang sedang hangat. Terdapat beberapa kegiatan yang biasa kita temui saat menonton  live Tiktok seperti memberikan gift dan challage. Bentuk promosi ini tentunya sangat sulit mengingat studio menggunakan animasi visual dalam videonya. Video promosi diakhiri dengan komentar pertanyaan tentang waktu rilisnya film tersebut dan bumblebee menjawab tanggal 20 September sekaligus meminta penontonnya untuk membeli tiket.

Penulis: Saddam Choliq
Editor: Fira Alraen


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *