Self reward identik dengan Generasi Z atau yang disingkat Gen Z. Mereka merupakan generasi peralihan hal-hal modern yang lahir tahun 1997-2012. Sehingga tidak jarang Gen Z mempunyai ciri khas tersendiri seiring dengan kebiasan-kebiasaan yang berubah karena adanya perkembangan zaman dan internet.
Banyak hal yang menjadikan Gen Z sebagai generasi yang lebih ‘maju’ dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Muncul banyak hal-hal baru yang menjadikan Gen Z sebagai pelopor trend. Kesadaran dan perhatian mereka tinggi akan pentingnya kesehatan mental dan awareness antar sesama, misalnya work-life balance hingga muncul istilah self-reward.
Bentuk-bentuk Self Reward Ala Gen Z
Misalnya, setelah bekerja satu bulan atau mendapat tekanan karena pacar menjadi alasan perlu reward untuk menjalani kegiatan esok hari. Bentuk reward disini juga bukan selalu tentang hal-hal yang mahal ataupun travelling ke luar negeri, reward disini berbeda-beda di setiap orangnya, ada yang menunggu tanggal kembar untuk membeli reward sepatu, ada yang menonton konser artis idola, atau bahkan ada yang rela menempuh jarak 30 km untuk membeli semangkuk bakmi kesukaan.
Kultur Self Reward di Masyarakat
Di mana dulu berawal dari kebiasaan orang tua Gen Z dengan parenting yang lebih modern sudah menerapkan penghargaan atas pencapaian dari anaknya. Salah satunya dengan membelikan barang atau pujian ketika anaknya berhasil memperoleh nilai yang bagus. Dari situlah menjadi salah satu faktor Genz Z mempunyai mentalitas suka memberikan penghargaan untuk diri sendiri jika sudah menyelesaikan sesuatu ataupun berhasil mengatasi suatu tantangan. Selain itu, kebiasaan ini juga muncul dari banyaknya trend fomo (fear of missing out) akan topik self-reward = self-love.
Dampak positif dengan adanya trend ini adalah tingginya kesadaran diri dari Gen Z akan kesehatan mental. Sedangkan, dampak negatifnya adalah impulsivitas Gen Z yang tinggi. Tetapi, meskipun Gen Z dikenal dengan impulsivitas yang tinggi dengan berkedok ‘self-reward’, tidak dipungkiri juga jika mereka mempunyai kemandirian yang tinggi dengan tidak bergantung kepada orang lain dan mendahulukan kebahagiaan diri sendiri tanpa mengharapkan pengakuan atau penghargaan dari orang lain.
Self-reward dalam kultur masyarakat mencerminkan pemahaman bahwa memberi penghargaan kepada diri sendiri atas pencapaian, sekecil apa pun, adalah langkah penting dalam menjaga motivasi dan kesejahteraan mental, sehingga mendorong individu untuk lebih menghargai proses dan usaha yang telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Self-reward mendorong individu untuk menghargai pencapaian pribadi, meningkatkan motivasi, dan mendukung kesejahteraan mental yang lebih baik untuk kehidupan ke depannya.
Sehingga dari semua pemaparan diatas, self-reward menjadi salah satu trend kekinian yang berdampak positif yaitu dapat meningkatkan rasa kecintaan terhadap diri sendiri dengan menghargai pencapaian. Tetapi, self-reward juga dapat berdampak negatif jika tidak dibatasi sesuai kemampuan yang dimiliki. Dan dibalik itu semua, ternyata dapat disadari Gen Z menjadi generasi yang sadar betul akan pentingnya menghargai dan mencintai diri sendiri.
Tim Editor:
Penulis: Fadhilah Khairunnisa
Editor: Maya Maulidia

Leave a Reply