Tanpa Koordinasi, Inovasi menjadi Tragedi

Downfall: The Case Against Boeing merupakan sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Rory Kennedy dan resmi dirilis pada Februari 2022. Film ini terinspirasi dari kisah nyata, yakni peristiwa jatuhnya Lion Air JT 610 di Laut Jawa pada 29 Oktober 2018 dan kemudian disusul dengan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines 320 pada 10 Maret 2019 di Addis Ababa. Jatuhnya kedua pesawat tersebut mengakibatkan lebih dari 300 jiwa meninggal dunia. Kedua pesawat malang tersebut merupakan keluaran Boeing jenis 737 MAX. Federal Aviation Administration (FAA) sebagai lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat langsung mencari tahu sumber masalahnya. Ditemukan sebuah kejanggalan, yakni ketidaktahuan pilot tentang sistem baru di pesawat Boeing 737 MAX, Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Lanjut, para keluarga korban menuntut pihak Boeing untuk bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Melalui penelusuran, diketahui bahwa pihak Boeing mengaku tidak memberitahu tentang MCAS kepada para pilot karena mereka menganggap hal ini adalah perubahan sepele dan tidak diperlukan pelatihan khusus. MCAS merupakan sistem baru yang dirancang oleh Boeing dengan cara kerja otomatis ketika pesawat terlalu menukik ke atas maka moncong pesawat perlahan akan turun untuk mensejajarkan dengan badan pesawat. Sayangnya, pilot Lion Air JT 610 tidak mengetahui hal ini. Keberadaan MCAS juga disembunyikan oleh pihak Boeing dari FAA.

Dalam tragedi pesawat Ethiopian Airlines, pilot sudah mengetahui tentang MCAS dan cara mengoperasikannya sesuai prosedur. Namun, saat keadaan darurat dan MCAS sudah dinonaktifkan, pesawat tetap menukik ke bawah yang menyebabkan pesawat menghantam daratan. Hal ini membuat FAA kembali mempertanyakan prosedur dari pihak Boeing.

Akibat dua tragedi tersebut Boeing 737 MAX dilarang terbang di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melarang armada Boeing 737 MAX beroperasi sampai investigasi selesai dilakukan. Setelahnya, para pilot tidak bersedia membawa pesawat Boeing 737 MAX kembali ke hanggar.

Film ini menampilkan dan memperkenalkan dunia penerbangan serta permesinan bagi orang awam yang tidak memiliki pengetahuan seputar penerbangan sama sekali. Film Netflix berdurasi 89 menit ini berani menjawab berbagai persoalan dan kejanggalan dari tragedi yang menyebabkan lebih dari 300 nyawa melayang.  Investigasi yang dilakukan sangat detail hingga wawancara dengan para keluarga korban. Diceritakan pula sejarah Boeing dan masa-masa sulitnya saat kedatangan kompetitor.

Dari Downfall: The Case Against Boeing dapat dilihat bahwa komunikasi sangat amat penting. Informasi sekecil apapun harus tetap disampaikan, terlebih informasi besar yang menyangkut kesejahteraan bersama. Tragedi besar dapat terjadi karena adanya miskomunikasi, hal ini dapat dicegah dengan adanya komunikasi yang efektif.

Penulis: Nabilah Saffanah

Editor: Maola Avisena Aghisof


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *