MENGENAL OVERSHARING, APA ITU? BAGAIMANA DAMPAKNYA?

Sumber:https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6482207/apa-itu-oversharing-ini-penjelasan-dari-pakar-unair

Pernahkah kalian melakukan ngobrol ataupun bermedia sosial dengan menceritakan atau memberikan informasi terkait kehidupan pribadi kalian yang seharusnya informasi tersebut tidak perlu diketahui oleh orang lain.

Memberikan informasi yang terlalu banyak tentang kepribadian kalian bisa disebut oversharing. Mengutip dari Oxford, oversharing merupakan pengungkapan jumlah yang sangat detail dan tidak pantas terkait kehidupan pribadi seseorang. Kehidupan pribadi dalam hal ini bisa bermakna ganda, yakni kepada orang lain maupun diri sendiri. 

Menurut Dosen Psikologi Universitas Airlangga Tiara Diah Sosialita M.Psi memaparkan, bahwa oversharing merupakan kondisi ketika seseorang tidak nisa membatasi dirinya sendiri dalam membagikan informasi terkait dirinya kepada khalayak ramai.

Singkatnya, oversharing bisa diartikan ketika seseorang terlalu banyak memberikan informasi pribadi tanpa ada filter kepada orang lain.

Informasi yang diberikan pun beragam seperti keluarga, pencapaian, kisah asmara, perjalanan hidup sampai yang paling membahayakan adalah aib diri sendiri. Terkadang ketika orang memberikan informasi tersebut secara tidak sadar karena terlalu larut dalam pembicaraan atau topik yang baik secara langsung maupun secara virtual.

Tujuan dari oversharing ini pun biasanya beraneka ragam, ada yang sebenernya hanya ingin meluapkan isi hatinya, ada yang karena ingin mendapatkan kedekatan emosional yang lebih dengan lawan bicara, dan adapula yang hanya ingin sekedar pamer.

Sebenarnya, hal ini merupakan hal yang wajar karena mungkin seseorang butuh tempat untuk mencurahkan isi hatinya yang telah lama dipendam sendirian. Namun, terlalu banyak informasi pribadi kepada khalayak ramai, baik media sosial maupun teman atau bahkan orang yang baru dikenal bisa memiliki dampak yang tidak sepele.

Dampak dari curhat terlalu banyak atau oversharing ini pun bermacam-macam. Mengutip dari Microsoft Support, mengunggah detail yang terlalu pribadi dapat mempermudah pihak lain untuk mempelajari informasi penting mengenai akun pengguna. 

Ketika kita memberikan informasi pribadi tentunya orang lain akan mudah untuk mengenali lebih dalam terkait hal-hal yang bersifat privasi pada diri kita, tentu akan sangat membahayakan. Karena pada saat hal yang bersifat privasi sudah diketahui orang maka ketika orang lain hendak berniat jahat akan sangat mudah utuk melakukannya baik secara langsung maupu secara virtual.

Bahaya lainnya adalah ketika tanpa batas ketika curjat kepada orang lain, tidak menutup kemungkinan orang lain akan risih atau ilfeel dengan kita. Karena, terkadang semua informasi yang kita berikan ada yang berbau pamer terkait pencapaian kita, padahal kita idak berniat pamer, hanya ingin berbagi cerita saja. Namun, persepsi orang lain terhadap apa yang kita ceritakan tidak bisa sesuai kehendak kita.

Penting bagi kita untuk lebih berhati-hati ketika menceritakan sesuatu yang menyangkut privasi kita ke orang lain secara langsung maupun lewat media sosial. Informasi yang menyangkut privasi kita bisa dimanfaatkan orang lain untuk mengancan kita suatu saat nanti dan bisa menjadi jejak digital yang susah dihilangkan di media sosial.

Sumber: Detik.com, Liputan6

Penulis: Syahril Wahyu Firmansyah

Editor: M. Banu Naqueb


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *