BAGAIMANA LIVE SHOPPING MEMPENGARUHI PERILAKU BELANJA PELANGGAN DI INDONESIA?

Rabu, 04/10/23 – 11.00 WIB

Live shopping atau live commerce telah menjadi tren yang semakin populer di Indonesia. Berbagai platform e-commerce ternama seperti TikTok Shop, Shopee, Lazada, dan Tokopedia telah memanfaatkan tren ini untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan menarik bagi pelanggan. Namun, bagaimana live shopping mempengaruhi perilaku belanja pelanggan di Indonesia?

1. Interaksi Langsung dengan Penjual

Salah satu keunggulan live shopping adalah interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Hal ini memungkinkan pembeli untuk bertanya langsung tentang produk yang ingin dibeli dan mendapatkan jawaban yang cepat dari penjual. Hal ini sejalan dengan konsep personal selling yang melibatkan kontak langsung penjual dan pelanggan, sehingga penjual dapat memberikan informasi yang lebih detail dan personal tentang produk yang dijual. Selain itu, penjualan pribadi juga dapat meningkatkan hubungan dengan pelanggan dan memanfaatkan kepercayaan antara penjual dan pelanggan

2. Pengalaman Belanja yang Lebih Menarik

Live shopping menawarkan pengalaman belanja yang lebih menarik dan interaktif dibandingkan dengan platform e-commerce konvensional. Pelanggan dapat melihat produk secara langsung dan berinteraksi dengan penjual dalam waktu nyata. Penggunaan banner toko dan deskripsi produk yang jelas dan lengkap juga dapat meningkatkan pengalaman belanja pelanggan. Selain itu, harga produk sudah tertera dengan jelas dan seringkali disuguhkan dengan diskon yang tidak masuk akal. Hal ini membuat pelanggan tidak perlu melakukan negosiasi lagi dan jika beruntung, mereka dapat membeli produk bagus dengan harga yang lebih murah. Dengan demikian, pelanggan dapat merasa puas dengan pengalaman belanja yang mereka dapatkan.

3. Rekomendasi Produk dari Kreator

Kreator di platform live commerce sering memberikan rekomendasi produk kepada pengikut mereka. Rekomendasi ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Menurut hasil riset dari agensi Meters Communication, 61% orang cenderung mempercayai rekomendasi dari teman, anggota keluarga, atau influencer di platform sosial. Kreator dapat memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan memberikan informasi yang akurat tentang produk tersebut. Dengan begitu, kepercayaan konsumen pada kreator dapat mempengaruhi keputusan pembelian dan meningkatkan penjualan produk.

4. Pengaruh Terhadap Pasar Ritel Offline

Saat ini pedagang pasar ritel di Indonesia mengalami krisis pasar. Hal ini terjadi karena harga di live commerce relatif lebih murah, hemat ongkos dan pelanggan tidak perlu mengeluarkan tenaga ke pasar. Pedagang pasar ritel meminta pemerintah untuk memberikan solusi konkret. Beberapa pedagang di pasar Tanah Abang bahkan menjerit agar online shop terutama Tiktok Shop dihapus.

5. Pertumbuhan Live Shopping di Indonesia

Sejak awal munculnya live shopping, tren ini telah berkembang sangat cepat secara global. Selama pandemi, khususnya, transaksi belanja melalui live commerce meningkat 76%. Hasil riset dari IFSORSI Study 2021 di enam negara ASEAN mengungkapkan bahwa 69% konsumen Asia Tenggara mulai mengakses live stream shopping, dan 66% di antaranya melakukan pembelian produk melalui streaming langsung. Riset ini juga mengungkapkan bahwa 78% konsumen di Indonesia telah mengetahui tentang belanja live streaming, 71% di antaranya telah mengakses, dan bahkan 56% pernah melakukan pembelian melalui live streaming.

6. Platform Live Shopping yang Populer di Indonesia

Shopee masih tetap menjadi market leader dalam tren live shopping di Indonesia. Menurut survei oleh perusahaan, Shopee masih menjadi platform live shopping paling disukai di Asia Tenggara, dengan 27% nilai. TikTok berada di posisi ketiga dengan 22%. Survei oleh Jakpat mengungkapkan bahwa live shopping di Shopee paling diminati oleh konsumen Indonesia, mencapai 83,4%, sementara TikTok menempati peringkat kedua dengan 42,2%.

Dalam kesimpulannya, live shopping telah mempengaruhi perilaku belanja pelanggan di Indonesia dengan memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan menarik. Live shopping juga dapat membangun loyalitas merek dan meningkatkan ikatan emosional antara penjual dan pembeli. Komunikasi langsung yang baik dan berkesan bagi pelanggan akan menjadi nilai tambah dan ketertarikan untuk selalu mengikuti setiap penjual melakukan live shopping bahkan berlanjut dengan transaksi.

Dalam sudut pandang pedagang pasar ritel yang mengalami krisis pasar, penting untuk diingat bahwa live shopping bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan penjualan. Pedagang masih dapat mencoba strategi pemasaran lainnya untuk meningkatkan penjualan. Pemerintah juga dapat memberikan bantuan untuk membantu pedagang pasar ritel beradaptasi dengan tren baru dan memperluas jangkauan pasar.

Penulis : Rani Mahadewi

Editor : Ita Masitoh


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *