5 REALITAS MANNERS DALAM BERSOSIAL MEDIA! POIN KELIMA WAJIB UNTUK NETIZEN INDONESIA

Sosial media bukan menjadi hal baru lagi untuk kita, pergantian era industry 4.0 ke era society 5.0 menghasilkan gagasan dan habbits berbeda bagi masyarakat Indonesia. Sosial media sendiri sukses menghasilkan interaksi komunikasi yang beragam. Menciptakan komunikasi jarak jauh hingga komunikasi yang saat ini dirasa tidak mungkin, seperti (komunikasi robot AI) yang dimana digadang dapat berkomunikasi dengan orang yang sudah tiada. Beragam fitur di sosial media pun mendukung perkembangan besar ini, tentunya teknologi tanpa adanya sentuhan sikap atau manners daripada penggunanya akan mendapatkan efek maupun hasil yang negatif. Sehebat apapun teknologi tanpa iringan sentuhan naluri dan akal manusia dirasa tidak akan berjalan dengan baik. Salah satunya terkait interaksi,  feedback, maupun respon aktif manusia didalam bersosial media. Sapaan untuk warga internet disebut dengan netizen, alih-alih sebagai pengguna sosial media yang baik, kerap ditemukan netizen yang memiliki manners buruk di media sosial.  Dewasa ini, Indonesia dinobatkan sebagai negara yang menepati urutan terbawah se-Asia Tenggara yang memiliki pengguna internet (netizen) paling tidak sopan berdasarkan laporan Digital Cvility Index (DCI) Pada riset yang dirilis oleh Microsoft, Indonesia mendapatkan tingkat kesopanan netizen di angka 76. Dimana semakin tingginya angka tersebut, maka semakin memburuk nilai kesopanan pengguna internet tersebut. 

Faktor yang menyebabkan tingkat kesopanan netizen Indonesia terburuk se-Asia karena kondisi lingkungan dalam bidang ini juga beragam jenisnya, seperti kesulitan ekonomi, kondisi yang tidak pasti, dan respon rasa frustasi masyarakat Indonesia yang dilanda overthinking yang sangat extra. Dilansir dari Kompas.com bukti bahwa netizen Indonesia tidak sopan karena mencaci-maki pengantin gay Thailand, menyerbu akun BWF dan lain sebagainya. Berdasarkan paparan diatas, diperlukan manners dan sikap dalam bersosial media, berikut 5 manners dalam bersosial media, poin kelima wajib untuk netizen Indonesia:

Pemilihan Bahasa

Dalam bersosial media, penggunaan Bahasa menjadi manners penting. Dimana saat menggunakan bahasa yang baik dan benar dapat meminimalisir kesalahpahaman. Seperti saat menulis sesuatu di sosial media upayakan untuk menulis secara jelas, singkat dan juga mudah dimengerti. Dimohon untuk menghindari penggunaan kata atau frasa yang multitafsir.

Mengontrol Konten

Konten merupakan unggahan yang dilihat oleh banyak orang, sehingga menimbulkan tafsiran yang beragam. Sehingga kontrol dalam meng-upload sebuah konten diperlukan kehati-hatian. Sangat tidak disarankan untuk menggungah apapun yang bersifat data informasi peribadi. Dimana setiap pemilik akun media sosial memiliki kontrol tersendiri pada konten yang diunggah.

Plagiasi

Kepemilikan suatu ide pada konten di media sosial sangat penting mengingat pasar audiens dari pasar sang pembuat konten. Sehingga dianjurkan untuk memperhatikan manners jika ingin plagiasi konten. 

Oversharing/Overposting

Oversharing dan overposting di sosial media merupakan manners yang perlu diminimalisir. Karena jika setiap hari Anda meng-upload dan meng-share kehidupan Anda, maka dimanakah letak privasi nya? Sebisa mungkin, untuk mengontrol jumlah unggahan sehingga tidak overposting. Dimana, oversharing yang dilakukan di sosial media yang kerap disebut overposting merupakan unggahan yang terlalu banyak sehingga dapat menganggu dan juga menjadikan awal bencana untuk sang penggungah itu sendiri. 

Menghargai Orang Lain

Menghargai orang lain idealnya tidak hanya ditunjukan pada saat berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung. Interaksi dan komunikasi di sosial media pun perlu adanya sikap saling menghargai. Poin kelima ini yang patut dan wajib diterapkan oleh netizen Indonesia dalam bersosial media. Menghargai di sini lebih pada konteks tidak mencela atau menghina, namun lebih kepada membuat interaksi yang hangat dengan diskusi informatif dan tidak sekedar berdasarkan dengan pendapat. Dalam konteks media sosial, mungkin untuk menghargai orang lain kita dituntut untuk membaca sebelum berkomentar. Melihat dengan seksama keadaan konteks konten yang disampaikan dan latar belakang sang penggugah konten. Dengan sedikit kebijaksanaan ini idealnya interaksi di media sosial akan terjadi dengan lebih produktif dan meminimalisir hal-hal negatif lainnya.

Manners dalam  bersosial media di era saat ini merupakan kewajiban yang amat penting. Jika manners dapat dipegang oleh mayoritas orang pengguna media sosial, maka diharapkan iklim media sosial di Indonesia dapat menjadi jauh lebih produktif, positif dan informatif sehingga dapat bermanfaat bagi banyak orang, apalagi terkait hasil survei yang membuat Indonesia memiliki kesan buruk di berbagai negara terkait netizen Indonesia. 

Penulis : Syifa Rahmah Kurnia

Editor : Sekar Wahyu Ningtyas


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *