SKRIPSI.
Jika kuliah adalah pelayaran, maka skripsi adalah samudra terakhir sebelum kita benar-benar berlabuh di dunia nyata.
Skripsi sering terlihat seperti beban akademik semata, padahal di baliknya ada proses pendewasaan yang diam-diam terjadi. Dari bingung menentukan judul, menghadapi revisi berulang, sampai belajar menerima kritik, semuanya membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih tangguh. Skripsi bukan hanya tentang penelitian, tapi tentang konsistensi di tengah rasa lelah yang berulang.
Di fase ini, malam terasa lebih panjang, kopi terasa lebih berarti, dan progres sekecil apa pun terasa seperti kemenangan. Skripsi mengajarkan bahwa perjalanan tidak selalu cepat, tapi setiap langkah tetap membawa kita lebih dekat ke garis akhir. Dan pada akhirnya, lembar terakhir itu bukan hanya tanda selesai melainkan bukti bahwa kita tidak menyerah.
