Di era pesan instan, banyak orang terlihat selalu “online” padahal secara emosional mereka tidak selalu siap untuk merespons. Fenomena ini membuat banyak dari kita menghadapi “hard to reach people”: orang yang chat-nya sudah dibaca, tapi balasannya entah kapan. Diam mereka terasa lebih menyakitkan daripada kata-kata.
Salah satu penyebabnya adalah texting fatigue dan overload sosial. Terlalu banyak notifikasi, terlalu banyak percakapan, dan tuntutan untuk membalas cepat bisa membuat orang memilih diam dulu untuk menjaga energi mentalnya. Bahkan, menurut beberapa psikolog, membalas pesan bisa terasa seperti “tugas emosional” tambahan ketika seseorang sedang lelah atau kewalahan.
Masalahnya, bagi penerima, diam sering terbaca sebagai penolakan. Otak kita memang sensitif terhadap ketidakpastian membuat kita mudah overthinking: “Aku salah apa?”, “Dia ngelakuin ini sengaja?”, “Aku nggak penting ya?”. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa penolakan sosial dapat memicu respons sakit fisik di otak.
Namun tidak selalu diam berarti mengabaikan. Banyak orang hanya butuh waktu, butuh ruang, atau sedang tak mampu memproses percakapan. Norma komunikasi juga berubah: respons cepat bukan lagi standar, dan tidak selalu mencerminkan tingkat kepedulian.
Yang terpenting adalah menyadari bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh kecepatan balasan seseorang. Komunikasi yang sehat butuh kejelasan, batasan, dan ruang bukan tekanan untuk selalu hadir setiap saat.
Kadang bukan kamu yang kurang berarti. Mereka saja yang sedang tidak punya ruang untuk siapapun, termasuk dirinya sendiri.
Sumber:
1. Psychology Today — Why Friends Don’t Always Text Back (https://www.psychologytoday.com/us/blog/romantically-attached/202410/why-friends-dont-always-text-back)
2. Medium — Why It Hurts When People Don’t Reply to You (https://medium.com/@devisreenb/why-it-hurts-when-people-dont-reply-to-you-understanding-the-emotional-impact-of-silence-734af6f4c824)
3. Kumparan — Hantu Digital: Dibaca Tapi Nggak Dibalas (https://kumparan.com/zein-m/hantu-digital-dibaca-tapi-nggak-dibalas-lebih-menakutkan-dari-film-horor-23BaWjKToD5)
4. Gramedia — Dampak Ghosting pada Mental (https://www.gramedia.com/blog/hilang-tanpa-kabar-ini-dampak-ghosting-pada-mental-seseorang/)
5. Psikologi UGM — Hati-hati Jadi Korban Ghosting (https://psikologi.ugm.ac.id/psikolog-ugm-hati-hati-jadi-korban-ghosting-saat-pacaran/)
6. LearnDrive — No Response Is a Response (https://learndrive.org/no-response-is-a-response/)
Leave a Reply