Author: mahasiswa kpi

  • Cara ‘Smooth’ Bikin Dosen Pembimbing Jadi Chill Sama Kamu!

    Kamu lagi di tahap skripsi atau tugas akhir dan merasa stuck di situ-situ aja karena dosen pembimbing cool kayak kulkas? Eits, tenang! Jangan panik, kamu nggak sendirian kok! Banyak banget yang lagi berada di fase ini. Memang, hubungan dengan dosen pembimbing tuh nggak selalu mulus. Tapi tenang, ada tips dan trik yang “smooth” buat bikin…

  • Generasi Sandwich Semakin Bertebaran, Apa Sih Penyebabnya?

    Pasti kita sudah ga asing lagi sama istilah generasi sandwich? Buat kamu yang belum tau, ini bukan tentang sandwich makanan buat sarapan itu yaa. Generasi sandwich itu adalah istilah tepatnya buat orang-orang yang harus nanggung beban finansial dari dua sisi: keluarga di bawah (adik/kakak) dan di atas (orang tua). Jadi, letaknya di tengah-tengah kehidupan kayak…

  • Gen Z vs Milenial di Dunia Kerja: Siapa yang Lebih Unggul?

    Oke, guys! Kali ini kita akan bahas topik yang lagi hype di kalangan kita, yaitu Gen Z vs. Milenial di dunia kerja. Sebenarnya muncul pertanyaan, kenapa ya dua generasi ini sering dibanding-bandingin? Padahal sebenarnya, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Jadi, kira-kira siapa yang lebih unggul? Yuk, kita gali lebih dalam! Check it out! Siapa Mereka?…

  • Love Yourself? Penting Banget Loh!

    Helo teman-teman yang selalu mengutamakan orang lain baru diri sendiri? Hmm apa tidak lelah yaa menduakan diri sendiri terus nih. So hey, let’s go to talks about love yourself. Untuk menjawab kenapa kamu mengutamakan orang lain terus dan bisa membuat kamu sebagai sosok people pleaser juga loh. Pastinya kamu orang yang selalu merasa “IHHH AKU…

  • Komunikasi Yang Asik Dengan Pasangan

    Menjalin hubungan asmara di zaman serba digital memiliki tantangan tersendiri, sulitnya menemukan topik obrolan yang menarik, lalu menemukan waktu yang tepat untuk saling bertukar cerita, dan kesulitan lain yang dihadapi. Membutuhkan komunikasi yang tepat agar menghindari rasa jenuh dengan pasangan masing-masing. Lantas, bagaimana sih komunikasi yang tepat dengan pasangan pada zaman serba digital ini? Beberapa…

  • Fomo Ikut Kajian? Gapapa Banget Kok

    Masa kini, seseorang yang mengikuti kajian sudah dianggap seperti sosok yang alim sekali. Padahal realitanya ya belum tentu benar, beberapa dari mereka yang mengikuti kajian untuk menenangkan diri atau sekedar ingin mencari kegiatan positif yang bisa diisi saat merasa kehidupan yang dijalani sedang tidak baik-baik saja. Mengikuti kajian bukan persoalan aneh semestinya, namun mengapa saat…

  • Menonton Netflix: Rutinitas Baru Masa Kini

    Untuk menjalani hari yang penuh dengan kesibukan, seseorang perlu hiburan dalam melepas penat baik secara fisik maupun mental. Hiburan yang dapat dilakukan pada masa kini tanpa mengeluarkan biaya yang begitu banyak, apalagi kalo bukan menonton Netflix. Biaya yang dikeluarkan untuk menikmati hiburan ini dimulai dari Rp55.000 hingga Rp120.000 perbulan dan bisa dinikmati kapan saja serta di mana saja saat merasa penat. Menonton Netflix sudah menjadi hal rutinitas bagi beberapa orang, baik kalangan remaja hingga dewasa (orang tua).  Meningkatkan Quality Time  Menonton Netflix dapat bermanfaat sekali loh, terutama pada keluarga yang masing-masing anggotanya memiliki kesibukan berbeda. Dengan menonton bersama, dapat meningkatkan quality time baik pasangan maupun keluarga. Kegiatan yang biasanya dilakukan pada malam hingga dini hari ini, bermanfaat sekali terutama untuk pasangan yang sulit menemukan waktu bersama. Menonton dan juga diisi dengan obrolan ringan sehingga membentuk komunikasi yang lebih intens walaupun masing-masing individu memiliki kesibukan setiap harinya. Komunikasi yang terjalin baik topik serius atau bisa diisi dengan diskusi ringan mengenai alur dari tayangan yang ditonton bersama-sama. Obrolan ringan membentuk komunikasi yang lebih terbuka dan dengan berbagi pikiran atau pandangan serta perasaan, kualitas interaksi dalam keluarga maupun pasangan dapat meningkat, sehingga dapat menjalin hubungan yang lebih berkualitas.  Mengurangi Stress Hiburan yang disuguhkan oleh program Netflix tidak hanya membantu menghilangkan stress saja namun dapat memberikan efek emosional yang mendalam. Menonton cerita yang menarik dapat membawa penonton ke dalam fokus lain, membebaskan pikiran dari rutinitas sehari-hari yang monoton. Ini bisa menjadi bentuk pelarian sesaat yang dibutuhkan oleh setiap orang terutama di tengah tekanan pekerjaan atau kehidupan sosial yang kadang melelahkan. Seperti saat menonton serial Gyeongseong Creature, serial thriller berbau romance ini dapat mengalihkan pikiran individu di kala…

  • Kenapa Kegiatan Sepele Jadi Menarik Saat Ngerjain Skripsi?

    Pernah nggak sih, lagi asyik ngerjain skripsi tapi tiba-tiba semua hal sepele jadi kelihatan lebih menarik? Entah itu nyuci piring, beres-beres kamar, atau bahkan browsing meme lucu di internet. Rasanya, semua itu lebih menggoda daripada mengetik di laptop. Kenapa sih bisa gitu? Nah, salah satu alasannya adalah stres. Skripsi itu bikin otak kita tegang, dan kadang kita butuh pelarian. Kegiatan sepele kayak menyapu atau nyiram tanaman jadi terlihat lebih menarik karena itu memberikan kita kesempatan untuk “reset” pikiran. Saat kamu nyapu, misalnya, kamu bisa berpikir tentang apa pun selain skripsi, dan tiba-tiba otak jadi lebih fresh. Selain itu, ada juga faktor rasa pencapaian. Setelah menyelesaikan satu tugas kecil, seperti merapikan meja atau mencuci baju, kita merasa lebih produktif. Rasa ini membantu mengurangi tekanan yang datang dari skripsi. Jadi, meski itucuma hal kecil, tetap aja bikin kita merasa lebih baik. Nostalgia juga bisa berperan, lho! Saat kamu melakukan hal-hal sederhana, mungkin itu mengingatkan kamu pada momen-momen santai di masa lalu. Misalnya, saat nyemil camilan favorit sambil nonton acara TV. Itu bisa membawa kembali suasana hati yang lebih ringan dan menyenangkan. Ngobrol sama teman juga bisa bikin kita melupakan sejenak beban skripsi. Misalnya, kamu bisa ngajak teman untuk ngopi bareng sambil membahas hal-hal ringan. Momen-momen itu bisa jadi penyemangat yang kamu butuhkan untuk kembali fokus pada tugas yang menanti. Jadi, wajar banget kalau kegiatan sepele jadi lebih menarik saat kita lagi ngerjain skripsi. Jangan merasa bersalah, nikmati saja. Bisa jadi, dari hal-hal kecil itu kamu malah nemu inspirasi baru atau semangat yang sempat hilang. Kadang, kita cuma butuh waktu sebentar buat napas dan nyegerin pikiran sebelum balik lagi ke tugas-tugas yang lebih besar. Tapi ya, jangan sampai kelamaan terjebak sama godaan hal-hal sepele. Kalau kamu terlalu sering ‘melarikan diri’, skripsi bisa terbengkalai. Gimana caranya biar tetap santai tapi tetap on track? Pertama, coba pakai teknik “pomodoro”. Kamu bisa set timer, 25 menit fokus ngerjain skripsi, terus kasih diri kamu 5 menit buat ngelakuin hal kecil, kayak cek Instagram atau bikin kopi. Setelah beberapa sesi, kasih reward yang lebih gede, kayak nonton satu episode drama favorit. Dengan cara ini, kamunggak bakal merasa ‘terjebak’…

  • Emang Bener Circle Pertemanan Itu Ngaruh Banget?

    Siapa sih yang bisa bilang kalau teman-teman di sekitar kita nggak punya pengaruh? Teman-teman yang deket sama kita bisa banget ngubah kebiasaan dan sikap kita sehari-hari, lho. Kok bisa? Contoh kecilnya gini, misalnya, pernah nggak kamu tiba-tiba jadi rajin olahraga karena teman-teman sering ngajak lari pagi atau nge-gym bareng? Atau mungkin kamu jadi sering nongkrong di kafe karena mereka suka banget eksplore tempat-tempat baru yang lagi hype? Circle pertemanan itu kayak cermin. Kadang kita nggak sadar, tapi apa yang dilakukan teman-teman bisa banget ngaruh kecara kita berfikir dan bertindak. Contohnya, kalau mereka suka baca buku, kamu jadi penasaran dan ikutan baca juga. Atau kalau mereka suka coba hal baru, kamu jadi ikut tertantang buat keluar dari zona nyaman dan ikut melakukan hal-hal tersebut.  Tapi, kalau lingkungan pertemananmu lebih ke arah negatif atau kurang mendukung, ya jangan heran kalau kebiasaan kamu juga bisa kebawa ke arah yang sama. Contohnya, kalau teman-temanmu sering buang waktu buat hal-hal yang nggak produktif, kayak maraton film sampai lupa waktu atau scroll medsos terus-terusan tanpa tujuan, kamu bisa aja ikutan dan lupa sama hal-hal penting kayak tugas atau passion yang lagi kamu kembangin. Nggak cuma itu, circle pertemanan juga bisa ngaruh kekebiasaan hidup sehat. Kalau teman-teman kamu peduli sama makan sehat dan gaya hidup aktif, kamu bisa jadi ikut-ikutan jaga pola makan dan olahraga. Tapi kalau mereka seneng jajan sembarangan, kamu bisa kebawa jadi cuek sama kesehatan diri sendiri.  Meskipun circle punya pengaruh besar, pada akhirnya yang punya kontrol penuh ya kita sendiri. Teman-teman kita bisa kasih pengaruh positif atau negatif, tapi ujung-ujungnya keputusan ada di tangan kita sendiri. Meskipun mereka sering nongkrong atau makan sembarangan, kalau kamu udah niat hidup sehat, kamu tetap bisa jalani tanpa harus kebawa gaya hidup atau arus negatifnya mereka. Jadi perlu diingat, kita harus pinter-pinter milih mana yang baik buat kita dan mana yang nggak. Circle pertemanan itumemang berpengaruh, tapi kita yang pegang kendali atas hidup kita sendiri. Lingkungan positif bisa bikin kita berkembang, sementara yang negatif bisa ngerem kemajuan kita. Meskipun kita nggak bisa milih teman sepenuhnya, tapi di satu sisi kita bisa pilih teman buat bergaul dengan mereka yang bawa energi positif. Jadi, circle pertemanan itu nggak cuma soal siapa yang ada di dalamnya, tapi juga soal gimana mereka berpengaruh di hidup kita. Yuk, pilih teman-teman yang bikin kamu jadi versi terbaik dari dirimu sendiri.  Kalau kamu gimana? Masuk ke circle yang bawa vibes positifatau kebawa vibes yang negatif? Penulis: Diah Ajeng Septina Editor:…

  • Jam Analog? Anak SMP Bisa Baca Gak Ya?

    Okei guys, kali ini kita akan bahas tentang fenomena yang baru-baru ini bikin kita semua shock dan geleng-geleng kepala. “Fenomena apa sih emangnya?” Ternyata, banyak anak SMP yang gak bisa baca jam analog. Beneran loh! Jam analog yang ada jarumnya itu! Memang sih, di zaman yang serba digital ini, teknologi udah jadi sahabat sehari-hari kita.…