Uncategorized

ADANYA MEDIA SOSIAL UBAH PARADIGMA KOMUNIKASI MANUSIA

Jumat, 13/10/23 – 07.54 WIB

Media sosial merupakan sarana yang digunakan manusia untuk berinteraksi satu sama lain. Munculnya media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi, menghadirkan pergeseran paradigma yang signifikan. Dalam era digital, media sosial telah menjadi pilar utama dalam komunikasi manusia. Mereka menciptakan perubahan revolusioner dalam cara kita berhubungan dan berkomunikasi.

Melansir dari good stats tahun 2023, total pengguna media social mencapai 4,76 miliar setara dengan 60 persen populasi dunia. Penduduk di dunia menghabiskan waktunya di media social dengan durasi 2 jam 31 menit perhari.

Hal tersebut membuktikan bahwa ada perubahan signifikan pada pola perilaku manusia. Dalam perspektif komunikasi, media sosial memiliki banyak manfaat diantaranya memudahkan manusia dalam berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, penyebaran informasi yang begitu cepat.

Ternyata adanya media sosial itu  berdampak bagi komunikasi manusia lho…

Adanya Pergeseran dalam Komunikasi Manusia

Media sosial telah memicu pergeseran dalam cara kita berkomunikasi, dengan menghadirkan interaksi langsung melalui teks, gambar, dan video. Kita sekarang dapat berkomunikasi secara real-time dengan siapa pun di seluruh dunia, menghilangkan hambatan geografis.

Platform-media sosial memungkinkan kita untuk mengirim pesan instan, berbagi momen hidup, dan berpartisipasi dalam percakapan global. Ini mempercepat pertukaran pesan dan memungkinkan kita untuk berbagi pengalaman dengan cara yang mendalam.

Adanya pergeseran cara komunikasi bisa menyebabkan komunikasi yang asalnya aktif menjadi pasif. Hal tersebut dikarenakan, ketika manusia nyaman menggunakan media sosial dan berinteraksi secara daring maka dirinya berpotensi akan meninggalkan kebiasaan interaksi tatap muka.

Kurangnya Fokus dalam Berkomunikasi

Kehadiran media sosial telah mengubah lanskap komunikasi manusia secara dramatis, dan sayangnya, dampaknya tidak selalu positif. Salah satu permasalahan yang muncul adalah kurangnya fokus komunikasi seseorang di dunia nyata.

Dengan gawai yang selalu ada di genggaman, banyak individu sering kali terjebak dalam dunianya sendiri, sibuk memeriksa pemberitahuan media sosial mereka bahkan saat berinteraksi dengan orang lain. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan untuk memberikan perhatian sepenuhnya pada pembicaraan, dan bahkan mengganggu suasana dalam interaksi tatap muka.

Selain itu, media sosial juga menggoda seseorang untuk selalu memerhatikan apa yang sedang terjadi di dunia maya, yang pada gilirannya dapat mengganggu pemahaman dan empati terhadap realitas di sekitarnya. Dengan banyaknya informasi yang berseliweran di media sosial, seseorang bisa jadi terlalu terpaku pada peristiwa-peristiwa virtual sehingga kurang menghargai momen yang sedang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kurangnya fokus dalam komunikasi  dunia nyata bisa merugikan hubungan sosial manusia. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk menyadari dampak negatif dari kecanduan media sosial dan berusaha menjaga keseimbangan yang sehat antara kehidupan daring dan tatap muka.

Globalisasi Komunikasi

Salah satu dampak paling mencolok dari media sosial adalah penghapusan hambatan geografis dalam komunikasi. Platform-media sosial memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan siapa saja, di mana saja, menggantikan paradigma komunikasi yang terbatas pada lingkungan lokal.

Media sosial telah menciptakan komunitas global yang bersatu dalam minat dan tujuan bersama. Orang-orang dapat berpartisipasi dalam dialog global tentang isu-isu sosial, politik, dan budaya. Media sosial telah memungkinkan kolaborasi global yang tak terbayangkan sebelumnya, mengubah bagaimana kita memandang diri kita dalam konteks dunia yang semakin terhubung. Adanya media sosial menjadikan manusia lebih menyukai bertemu secara daring.

Berinteraksi secara daring memang efektif, karena jarak dan waktu tak menjadi alasan. Akan tetapi, kebiasaan berinteraksi daring akan menyebabkan hal yang kurang baik, seperti munculnya konflik kesalahpahaman yang dikarenakan perbedaan pandangan dalam media sosial. Terkadang juga kata yang disampaikan komunikator, bisa saja disampaikan secara frontal sehingga disalahartikan oleh komunikan di media sosial.

Tak hanya itu, manusia yang menggunakan media sosial tak selamanya realitasnya sama. Bisa diambil contoh ketika seseorang sedang marah di kehidupan nyata ternyata di media sosial dia bisa berinteraksi dengan siapapun dengan perasaan senang. Hal ini terkadang bisa memicu konflik.

Dalam komunikasi manusia, adanya media sosial memang membawa banyak perubahan secara signifikan. Perubahan ini mencakup pergeseran dalam cara kita berkomunikasi, kurangnya fokus dalam berkomunikasi, dan globalisasi komunikasi.

Dampak adanya media sosial tidak hanya positif, melainkan juga menimbulkan tantangan dalam kebiasaan komunikasi manusia. Seiring berjalannya waktu, pemahaman lebih mendalam tentang cara media sosial telah mengubah komunikasi manusia yang terus berkembang, dan kita akan terus menyaksikan dampaknya yang semakin luas dalam berbagai aspek kehidupan kita. Maka dari itu buatlah tantangan yang ada menjadi peluang agar komunikasi manusia tetap berjalan dengan efektif.

Referensi:

Sirajul Fuad Zis, Nursyirwan Effendi, Elva Ronaning Roem (2021) Perubahan Perilaku Komunikasi Generasi Milenial dan Generasi Z di Era Digital, Jurnal Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 5, No. 1, April 2021       

Penulis : Muhammad Naufal Waliyyuddin

Editor : Rizqiy Firdaus

KOMUNITAS MOBILE LEGENDS YANG ASIK MENJADI TOXIC

Previous article

HUMOR MENJADI MODAL UTAMA UNTUK MENDAPATKAN PASANGAN

Next article

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *