Sumber : freepik.com
Setiap dari kita pasti pernah mengalami kegagalan dalam fase kehidupan. Coba ingat lagi, apa hal pertama yang diucapkan ketika mengalami hal tersebut, apakah mengutuk diri sendiri? Menyalahkan keadaan? Atau justru menyemangati diri untuk mencoba lagi? Dalam Islam kita diajarkan untuk senantiasa berpikir positif bahkan dalam berbicara untuk diri sendiri loh!
Seringkali kita terlalu jahat pada diri sendiri dan sangat baik ke orang lain ketika menhadapi kegagalan. Mengutuk diri, memarahi diri karena tidak hasilnya kurang maksimal, dan merendahkan diri sendiri hingga enggan berusaha lagi. Pernah seperti itu?
Kalau kita terus-terusan berbicara negatif pada diri sendiri, hal ini ternyata bisa berdampak serius untuk diri kita. Kepercayaan diri menurun, stres meningkat, menghambat pertumbuhan dan produktifitas, merusak hubungan dengan orang lain, mengurangi motivasi dan ketahanan, bahkan hingga dapat memperburuk kesehatan mental. Ibarat tanaman, kalau terus disiram dengan racun pasti lama kelamaan akan mati.
Padahal, pembicaraan positif bagi diri, atau sekarang ini disebut Positve Self-Talk itu penting loh untuk kesehatan mental kita. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi nomor 3529, Rasulullah SAW pernah berdoa agar dijauhkan dari keburukan diri beliau sendiri.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي
“ Ya, Allah jauhkanlah aku dari keburukan diriku sendiri”
(H.R. Tirmidzi)
Doa ini mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran dan perkataan yang kita ucapkan, terutama untuk diri kita sendiri. Nah, sedangkan Positive Self-Talk, ibaratkan air dan pupuk yang baik bagi tanaman untuk diri kita. Lalu bagaimana untuk menghilangkan kebiasaan Negative Self-Talk dan menggantinya dengan yang positif?
- Tingkatkan Kesadaran Diri
Sebelum mengubah pola pikir negatif ke positif agar tidak berlebihan dalam mengkritik diri, kita harus menyadari dan mengenali setiap emosi dan tindakan yang dirasakan saat itu, bagaimana dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan menganalisa emosi dan penyebabnya, kita bisa mengenali pola perilaku yang sering muncul serta pemicunya. Ini membantu mengendalikan respons emosional untuk menggantinya dengan respons yang lebih baik.
- Ubah Pola Pikir dari Fixed Mindset ke Growth Mindset
Perlu kita ketahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segalanya, termasuk kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami kagagalan menggunakan growth mindset, dapat memberi pandangan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan cara Allah dalam mendidik kita untuk menumbuhkan kesabaran dalam berusaha dan meningkatkan kepercayaan atas rencana terbaik bagi kita menurut Allah SWT.
- Berlatih Teknik Komunikasi Positif
Coba ganti bahasa negatif yang sering kita gunakan dengan komunikasi yang lebih membangun untuk diri sendiri. Anggaplah diri kita adalah sahabat tersayang, maka kita akan berusaha semaksimal mungkin mengucapkan kata-kata yang membangun untuk kebaikan dirinya. Contoh nya, ketika menghadapi kegagalan dalam lomba, daripada kita mengatakan, “Ah gimana sih, gitu aja enggak bisa”, lebih baik kita mengatakan, “enggak apa-apa kok, kita sudah mengusahakan yang terbaik. Nanti kita coba lagi ya!”
Jadi, yuk kita mulai kebiasaan berbicara positif ke diri sendiri! Layaknya tanaman, kita juga perlu nutrisi untuk tumbuh, bukan hanya fisik, tapi juga jiwa. Kata-kata positif itu nutrisi yang membuat diri kita tumbuh lebih baik setiap harinya, dan kegagalan itu ibarat angin yang membuat tanaman mencengkramkan akarnya lebih kuat kedalam tanah, agar tumbuhan tumbuh lebih kuat untuk waktu yang lama. So, sudahkah kamu menyemangati diri sendiri hari ini?
Penulis: Rahma Nurul Izza
Editor: Muhammad Sayyid Rachman

Leave a Reply