Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia. Pengguna Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain dari Indonesia menempati porsi yang cukup besar dari keseluruhan pengguna media sosial tersebut. Pertanyaannya, bagaimana bisa jumlah pengguna sosial media di Indonesia sampai pada titik tersebut? Apakah orang-orang Indonesia langsung mengetahui tentang media sosial tersebut dan secara bersamaan menggunakannya begitu saja? Tidak adakah media sebelumnya yang telah digunakan oleh orang-orang di Indonesia?
Pada masa lalu media lama adalah sebuah terminologi yang digunakan untuk merujuk pada suatu bentuk media massa yang tidak banyak mengandalkan teknologi internet dalam aktivitasnya sehari-hari. Media lama yang beberapa di antaranya adalah televisi, radio, surat kabar dan lain sebagainya merupakan salah satu jenis media yang paling banyak diakses dan dimiliki oleh orang di dunia atau di Inodnesia secara khusus.
Aktivitas media sosial didukung dengan dengan adanya jaringan komunikasi yang menghubungkan dua perangkat atau lebih komputer yang mampu melakukan transfer data, instruksi dan informasi menggunakan jaringan-jaringan internet sehingga pengguna media sosial dapat saling terhubung dengan baik selama jaringan yang mereka gunakan terus menyala dengan sempurna. Dengan keberadaan media sosial tentunya terdapat efek media sosial atau pengaruh media sosial yang juga perlu untuk diwaspadai.
Orang-orang Indonesia semakin hari semakin aktif dalam dunia media sosial, dengan tingkat penetrasi yang mencapai puluhan juta orang, sehingga konten-konten apapun dapat viral dengan mudah seperti misalnya peristiwa-peristiwa unik sampai pada hal-hal kecil yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan viral, tak terkecuali dengan adanya fenomena “kids jaman now”, cyber bullyng, bahkan tindakan peniruan gaya orang dewasa yang kini marak diikuti oleh para remaja tanggung. Hal ini tak lain adalah karena peran media sosial itu sendiri dalam membentuk perilaku remaja.
Dinilai dari sisi positifnya, jejaring media Sosial memang sangat bermanfaat untuk menjadi Penghubung yang baik dengan teman dan keluarga. Tidak hanya itu, media ini juga bisa dijadikan Jembatan remaja dan remajauntuk saling bertemu Dan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki Minat yang sama.
Namun, masih dilansir dari situs Kidshealth, tetap tak bisa diabaikan, media sosial juga memiliki dampak buruk yang mampu merubah perilaku remaja jika tak dimanfaatkan secara bijak. Tidak jarang, remaja dan anak berperilaku buruk, ketika menggunakan kecanggihan teknologi ini.
Tidak dapat dipungkiri, penggunaan media sosial pada remaja nyatanya banyak melahirkan dampak negatif yang cukup serius dan apabila tidak ditangani dengan baik.

Leave a Reply