PLATFORM DONASI ONLINE DI ERA FILANTROPI DIGITAL DENGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM.

Kegiatan filantropi sudah sejak lama dilakukan di seluruh belahan dunia termasuk di negara kita yaitu Indonesia. Aktivitas ini terus di lakukan dan telah menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya dari generasi ke generasi. Filantropi ialah suatu sifat untuk mereka yang mau berbagi dan memberi secara sukarela sebagai bentuk ekspresi rasa empati dan juga cinta kasih kepada pihak yang membutuhkan, Biasanya pemberian tersebut dilakukan para dermawan untuk kaum yang membutuhkan. Seiring berjalan nya waktu kemajuan teknologi telah memunculkan trend baru yaitu donasi online, Yang dimana setiap orang di berbagai daerah bisa ikut berpartisipasi atau bisa melakukan aktivitas kedermawanan dengan memanfaatkan teknologi internet dan fiturnya khususnya di media Instagram. 

Pesatnya teknologi digital juga memunculkan sebuah media baru untuk menunjang aktivitas Filantropi, Contohnya seperti Kitabisa.com Dan Dompet Dhuafa.Sebagai social enterprise startup Kitabisa.com mengenakan biaya administrasi sebesar 5% dari total donasi di setiap campaign kecuali campaign bencana alam dan zakat (0% biaya administrasi).(Chaider S. B.).Salah satu contoh diantaranya saya sendiri menjadi Influencer untuk ikut mengajak followers saya berdonasi di Campaign  Daarul Quran Berbagi Al-Quran dan Sedekah Patungan Qurban untuk santri penghafal Al-Quran. Saya dihubungkan dengan salah satu tim Daarul Quran Cirebon,Saya berkomunikasi dengan tim tersebut untuk melakukan strategi promosi yang akan dilakukan saya yang dibantu oleh Daarul Quran Cirebon. Sehingga beberapa dari pengikut saya ikut berpartisipasi dan menjadi donator untuk campaign tersebut, Saya dan mereka semua saling terhubung dalam komunikasi yang di mediasi oleh computer atau disebut CMC (Computer Mediated Communication). (Mosco)Keterhubungan individu dengan akses internet memunculkan aktivitas online banyak digunakan oleh berbagai pihak sebagai alternative untuk memudahkan segala aktivitas kedermawanan.

Penggunaan teknologi dalam bidang social salah satunya ialah aktivitas fundraising

Atau penggalangan dana,Kini fundraising bisa sangat mudah dilakukan dengan melalui media website seperti kitabisa.com dan sebagainya. Para campaigner bisa mengkampanyekan atau mengajak para artis atau influencer untuk mengangkat isu-isu atau masalah social yang akan mereka soroti dilingkungan sekitar mereka. Banyak bidang yang dapat diangkat kedalam kampanye social misalnya untuk pengobatan dan kesehatan,Pendidikan,yayasan atau panti asuhan dan sebagainya. Dari kampanye tersebut diharapkan para artis atau influencer tersebut bisa membuat masyarakat menjadi simpatik dan berempati untuk membantu dan menyukseskan kampanye tersebut. (Jusuf C. 2.)

            Hal hal yang harus sangat diperhatikan dalam mengadakan kampanye tersebut disajikan berupa konten yang dibuat dengan se-menarik mungkin sehingga dengan konten yang menarik akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon donator. Donatur yang tertarik dengan kampanye tertentu akan ikut berpartisipasi dan menyukseskan. Komodifikasi selanjutnya adalah Komodifikasi isi (content). Sebagai platform donasi online, Kitabisa menyediakan fitur yang harus di gunakan oleh campaigner dalam membuat kampanye sosial. Yakni fitur unggah foto, video, dan kolom penyampaian narasi. Campaigner dituntut untuk membuat konten kampanye sosial semenarik mungkin. Sebab, semakin menarik suatu kampanye maka akan lebih mudah menarik para donatur. Dengan mengunggah foto, suatu kampanye sosial akan lebih terasa feel yang sesungguhnya. Lebih dramatis dan lebih menggugah emosi. Konten kampanye sosial tersebut adalah bentuk produk yang dibuat dari potret realitas kemiskinan dan kesusahan orang lain. Hal ini mengandung sebuah informasi yang dapat di “jual” pada calon #OrangBaik agar mau mendanai projek sosial tersebut. Dengan teknologi yang dimiliki Kitabisa yakni website, memang sangat memungkinkan untuk mensetting hal-hal seperti ini. Kerena konten kampanye sosial tersebut akhirnya membentuk suatu makna pesan melalui bahasa verbal dan non-verbal agar kontennya menjadi marketable. Komodifikasi inilah yang disebut sebagai proses produksi tanda dalam sebuah kampanye sosial. 

            Aktivitas filantropi digital yang muncul melalui platform donasi online ini diawali dengan kegiatan filantropi hari ini yang telah mengalami sebuah kebaruan.Seperti contoh Perusahaan Kitabisa berbasis socio enterprise yang artinya Kitabisa tidak lepas dari usaha-usaha marketing. Kitabisa menyediakan website bagi siapapun yang mau membuka penggalangan dana dengan kebijakan, bahwa 5% dari total dana yang terkumpul melalui website harus menjadi hak perusahaan sebagai biaya “sewa” platform. Biaya administrasi tersebut juga di peruntukan siklus bisnis perusahaan. Aktivitas kedermawanan mereka tanpa disadari telah mebentuk mereka menjadi komunitas filantropi digital. Perkumpulan mereka di dunia siber bisa di sebut sebagai cybersociety. Dan segala aktivitas yang mereka lakukan telah membentuk budaya baru atas kegarakan kebaikan itu sendiri, atau biasa di sebut cyberculture. Sehingga dapat dilihat bahwa Kitabisa sebagai new media telah berhasil mengkonstruksi sebuah realitas baru melalui pemanfaatan teknologi dan segala sumber daya yang dimilikinya.  Semakin banyak kampanye sosial yang terbuat di Kitabisa akan semakin banyak pula menarik donatur dalam proyek sosial tersebut. Hal ini akan yang akan membuat Kitabisa mewujudkan goal utamanya yakni terciptanya social fiction. Yang mana sosial fiksi ini adalah sebuah harapan dan imajinasi tentang kesejahteraan sosial untuk Indonesia di masa depan. Sehingga untuk mewujudkan hal tersebut Kitabisa tidak lepas dari upaya marketing. Hal ini memperlihatkan komodifikasi yang muncul pada aktivitas filantropi melalui KitaBisa terlihat dari upaya mewujudkan sosial fiksi. Kitabisa harus berupaya menarik sebanyak- banyaknya donatur yang mereka juluki #OrangBaik. Artinya, Kitabisa telah menyeragamkan aktivitas dan identitas mereka sebagai aktivis online melalui website Kitabisa. Teknologi internet telah menyederhanakan kompleksitas identitas seseorang sehingga menjadi hal yang tidak lagi diperdebatkan. Dalam penelitian ini, Kitabisa melakukan 2 komodifikasi sekaligus. Pertama adalah komodifikasi konten/isi yang ada dalam kampanye sosialnya. Kedua adalah komodifikasi audiens/khalayak yang terjadi pada #OrangBaik atau donatur yang terkumpul melalui website Kitabisa dan para campaigner yang memproduksi kampanye sosial di Kitabisa secara sukarela.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *