Keindahan Bahasa Figuratif dalam lirik Lagu Ikonik “Hey Jude” karya The Beatles

Bahasa itu bisa dibilang sebagai cara kita berkomunikasi sebagai manusia. Kita menggunakannya untuk menyampaikan perasaan, ide, emosi, dan konsep. Bahasa bisa diucapin atau ditulis, Ini adalah sistem komunikasi yang menggunakan suara terstruktur, dan bisa juga muncul dalam bentuk tulisan, cetakan, atau tanda-tanda fisik lainnya. Definisi tentang bahasa seperti itu seringkali dikaitkan dengan karya-karya dalam linguistik.

Seperti pada lagu Hey Jude yang dirilis oleh The Beatles pada tahun 1968, terdapat bahasa yaitu bahasa figuratif, yang dimana dalam lagu ini berfungsi untuk menyampaikan emosi yang dalam dan pesan yang kuat kepada pendengar. Lagu “Hey Jude” itu terkenal bukan cuma karena melodi yang catchy, tetapi juga karena kekuatan liriknya yang penuh dengan bahasa figuratif. Bahasa figuratif dalam lagu ini berfungsi untuk menyampaikan emosi yang dalam dan pesan yang kuat kepada pendengar.

Lagu Hey Jude awalnya ditulis oleh Paul McCartney untuk Julian Lennon, putra John Lennon. Ketika John Lennon dan istrinya, Cynthia, bercerai, McCartney merasa simpati terhadap Julian, yang pada saat itu masih kecil. Lagu ini awalnya berjudul “Hey Jules” sebagai bentuk dukungan bagi Julian untuk menghadapi perceraian orang tuanya. Namun, McCartney akhirnya mengganti judulnya menjadi “Hey Jude” karena merasa nama “Jude” lebih pas dan terdengar lebih baik dalam lagu. Meskipun terinspirasi dari situasi pribadi Julian, pesan dalam lagu ini sangat universal. Liriknya memberikan dorongan agar seseorang tidak terjebak dalam kesedihan dan tetap melanjutkan hidup dengan semangat positif.

Misalnya, Pada lirik “don’t carry the world upon your shoulders” dalam lagu Hey Jude, bahasa figuratif yang digunakan adalah metafora. Frasa ini tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan menggambarkan beban emosional atau tekanan hidup yang dirasakan oleh seseorang. Maknanya, “jangan memikul beban dunia di pundakmu” menyarankan agar seseorang (dalam hal ini Jude) tidak merasa harus menanggung semua masalah atau tanggung jawab sendirian. Pesan ini mengajak untuk melepaskan tekanan yang berlebihan dan tidak terlalu khawatir terhadap masalah yang ada, serta menunjukkan pentingnya menerima dukungan dari orang lain.

Ternyata, lagu Hey Jude juga mendapatkan tempat khusus di dunia sepak bola berkat pemain muda berbakat, Jude Bellingham. Fans sepak bola, terutama penggemar tim tempat Bellingham bermain, sering menyanyikan lirik Hey Jude sebagai chant untuk menyemangatinya. Hal ini terjadi bukan hanya karena kebetulan namanya Jude, tetapi juga karena fans mengharapkan dia terus memberikan performa luar biasa, termasuk mencetak gol meskipun posisinya bukan sebagai striker, melainkan sebagai gelandang.

Momen ini mencerminkan tekanan dan ekspektasi yang besar pada Bellingham, seolah-olah menggemakan lirik “don’t carry the world upon your shoulders“. Para fans, dengan menyanyikan lagu tersebut, secara tidak langsung menunjukkan harapan besar mereka terhadap kontribusi Bellingham di lapangan. Meski perannya bukan sebagai pencetak gol utama, sorakan ini memberi dukungan baginya untuk terus tampil gemilang di setiap pertandingan, persis seperti pesan optimis dan dukungan yang terkandung dalam lagu Hey Jude aslinya.

Daftar pustaka

McArthur, T. (1992). The Oxford Companion to the English Language. Oxford University Press.

Katz, J. J. (1972). Semantic theory. In The Oxford Companion to the English Language (p. 1). Oxford University Press.

penulis : layla


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *