Siapa sih yang bisa bilang kalau teman-teman di sekitar kita nggak punya pengaruh? Teman-teman yang deket sama kita bisa banget ngubah kebiasaan dan sikap kita sehari-hari, lho. Kok bisa? Contoh kecilnya gini, misalnya, pernah nggak kamu tiba-tiba jadi rajin olahraga karena teman-teman sering ngajak lari pagi atau nge-gym bareng? Atau mungkin kamu jadi sering nongkrong di kafe karena mereka suka banget eksplore tempat-tempat baru yang lagi hype?
Circle pertemanan itu kayak cermin. Kadang kita nggak sadar, tapi apa yang dilakukan teman-teman bisa banget ngaruh kecara kita berfikir dan bertindak. Contohnya, kalau mereka suka baca buku, kamu jadi penasaran dan ikutan baca juga. Atau kalau mereka suka coba hal baru, kamu jadi ikut tertantang buat keluar dari zona nyaman dan ikut melakukan hal-hal tersebut.
Tapi, kalau lingkungan pertemananmu lebih ke arah negatif atau kurang mendukung, ya jangan heran kalau kebiasaan kamu juga bisa kebawa ke arah yang sama. Contohnya, kalau teman-temanmu sering buang waktu buat hal-hal yang nggak produktif, kayak maraton film sampai lupa waktu atau scroll medsos terus-terusan tanpa tujuan, kamu bisa aja ikutan dan lupa sama hal-hal penting kayak tugas atau passion yang lagi kamu kembangin.
Nggak cuma itu, circle pertemanan juga bisa ngaruh kekebiasaan hidup sehat. Kalau teman-teman kamu peduli sama makan sehat dan gaya hidup aktif, kamu bisa jadi ikut-ikutan jaga pola makan dan olahraga. Tapi kalau mereka seneng jajan sembarangan, kamu bisa kebawa jadi cuek sama kesehatan diri sendiri.
Meskipun circle punya pengaruh besar, pada akhirnya yang punya kontrol penuh ya kita sendiri. Teman-teman kita bisa kasih pengaruh positif atau negatif, tapi ujung-ujungnya keputusan ada di tangan kita sendiri. Meskipun mereka sering nongkrong atau makan sembarangan, kalau kamu udah niat hidup sehat, kamu tetap bisa jalani tanpa harus kebawa gaya hidup atau arus negatifnya mereka.
Jadi perlu diingat, kita harus pinter-pinter milih mana yang baik buat kita dan mana yang nggak. Circle pertemanan itumemang berpengaruh, tapi kita yang pegang kendali atas hidup kita sendiri. Lingkungan positif bisa bikin kita berkembang, sementara yang negatif bisa ngerem kemajuan kita. Meskipun kita nggak bisa milih teman sepenuhnya, tapi di satu sisi kita bisa pilih teman buat bergaul dengan mereka yang bawa energi positif.
Jadi, circle pertemanan itu nggak cuma soal siapa yang ada di dalamnya, tapi juga soal gimana mereka berpengaruh di hidup kita. Yuk, pilih teman-teman yang bikin kamu jadi versi terbaik dari dirimu sendiri.
Kalau kamu gimana? Masuk ke circle yang bawa vibes positifatau kebawa vibes yang negatif?
Penulis: Diah Ajeng Septina
Editor: Salsa Utami

Leave a Reply