Instagram jadi Wadah Filantropi Baru? Gen-Z Harus Tahu Ini!

Filantropi secara luas diartikan sebagai tindakan atau usaha meningkatkan kesejahteraan manusia lewat berbagai bentuk bantuan dan sumbangan (secara esensial dikenal sebagai kedermawanan). Jadi dapat diartikan bahwa gerakan filantropi media sosial yaitu sebuah tindakan sukarela untuk kepentingan publik yang dilakukan melalui sosial media. Salah satunya yaitu gerakan penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa untuk masyarakat yang membutuhkan (Yulkardi, 2014).

Gerakan kedermawanan sosial juga dilakukan melalui jaringan sosial seperti facebook, instagram, youtube, maupun jejaring sosial lainnya. Dari 256,2 juta orang penduduk Indonesia, sebanyak 129,2 juta jiwa adalah pengguna media sosial (apji.0r.id/survey, 2016). Salah satu sosial media yang sering digunakan oleh para mahasiswa untuk melakukan gerakan filantropi yaitu Instagram.

Instagram merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan sebagai promosi produk atau jasa. Tetapi ada juga beberapa mahasiswa yang menggunakan instagaram untuk melakukan penggalangan dana untuk masayarakat yang membutuhkan, yaitu dengan cara menyebarluaskan link, akun, atau nomor telepon seseorang yang bergerak untuk menyalurkan bantuan dana tersebut.

Digital native merupakan gambaran dari generasi saat ini. Digital native merupakan generasi yang akrab dengan sebutan generasi Z yang lahir pada tahun 1995-2009. Internet dapat memberikan suatu kebebasan kepada para digital native untuk memilih apa yang hendak mereka lakukan. Media sosial saat ini seakan telah mengambil separuh waktu hidup para digital native di setiap harinya. Kelebihan fitur instagram memang membuat digital native betah berlama-lama menikmati fasilitas yang diberikan media sosial ini. Instagram menyediakan fitur posting edit foto snapgram (caption, filter, efek unik, dan stiker lucu), instatories, video pendek, boomerang, superzoom, rewinds, handsfree, dan slow motion). Digital native senang membaca berita mutakhir tentang pendidikan, sosial, politik, dan gosip lewat link yang diberikan oleh akun-akun instagram yang mereka ikuti (follow). Mereka senang menikmati meme lucu, video tutorial, dan klip karaoke. Satu hal lagi, mereka pun senang menikmati fitur instagram sambil saling mengirim dan membalas pesan antar sesama pengguna instagram lainnya melaui Direct Message (DM) (Supratman, 2018).

Penulis: Alayda Qowiyul Jismi (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Penyunting: Hilya Maylaffayza (Komuniasik Campus Ambassador Batch 2)


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *